PADANG (18/8/2026) - Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi menegaskan, ada persoalan lebih besar yang harus dipikirkan bersama, yakni kesiapan generasi muda menghadapi perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat.
Menurutnya, kemajuan teknologi membuat batas antarnegara semakin tipis. Informasi dapat diterima dalam hitungan detik dan persaingan dunia kerja tidak lagi hanya terjadi antardaerah, tetapi juga antarnegara.
“Anak-anak kita harus disiapkan menghadapi perkembangan zaman. Kalau sumber daya manusia kita tidak dipersiapkan sejak sekarang, kita akan terlambat,” tegasnya.
Fenomena itu disampaikannya, saat kegiatan reses perorangan anggota DPRD Sumbar masa sidang I Tahun 2026/2027 di Perumahan Mega Permai I RT 03/RW 12, Kelurahan Padang Sarai, Selasa.
Mengantisipasi dampak itu, Muhidi mendorong para orang tua, agar tidak hanya berorientasi pada pendidikan formal, tetapi juga memperhatikan keterampilan yang dimiliki anak.
Ia menyebut, pendidikan vokasi termasuk SMK, dapat menjadi salah satu pilihan untuk membekali generasi muda dengan kemampuan yang sesuai kebutuhan dunia kerja.“SMK itu disiapkan untuk dunia kerja. Kalau anak-anak kita punya skill, peluangnya sangat terbuka. Negara seperti Jepang, Jerman, Arab Saudi dan negara lainnya membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan,” ungkap Muhidi.
Selain kemampuan teknis, Muhidi mengingatkan pentingnya membangun karakter dan keimanan. Menurutnya, derasnya informasi dan semakin terbukanya pergaulan harus diimbangi dengan fondasi moral yang kuat.
“Dunia ini semakin tanpa batas. Informasi tidak terbendung dan pergaulan semakin terbuka. Karena itu, anak-anak kita harus memiliki ilmu sekaligus iman,” katanya.
Muhidi juga mengajak masyarakat untuk membangun pola pikir yang optimistis. Ia menilai perubahan besar selalu dimulai dari cara seseorang memandang masa depan.
Editor : Al Mangindo