Car Free Day, Ketika Jalan Utama Menjadi Ruang Kehidupan

Foto Medi Iswandi
×

Car Free Day, Ketika Jalan Utama Menjadi Ruang Kehidupan

Bagikan opini
Ilustrasi Car Free Day, Ketika Jalan Utama Menjadi Ruang Kehidupan

Nilai paling berharga dari CFD adalah kemampuannya menghubungkan manusia dengan manusia lainnya

Di banyak daerah, perdebatan mengenai lokasi penyelenggaraan Car Free Day (CFD) hampir selalu mengemuka.

Sebagian berpendapat bahwa kegiatan tersebut lebih tepat ditempatkan di jalan-jalan pinggiran kota karena dianggap lebih mudah dikelola dan tidak terlalu mengganggu arus lalu lintas.

Namun jika kita belajar dari pengalaman berbagai kota maju di Indonesia maupun dunia, terdapat satu pola yang sangat jelas, hampir seluruh Car Free Day yang berkelanjutan justru diselenggarakan di jalan utama kota.

Fenomena ini bukanlah sebuah kebetulan.

Sebab substansi Car Free Day bukan sekadar agenda olahraga setiap akhir pekan tapi menjadi instrumen pembangunan perkotaan, media penguatan ruang publik, sekaligus refleksi dari cara sebuah kota memandang warganya.

CFD lahir dari sebuah kesadaran bahwa kota yang baik tidak hanya dibangun untuk kendaraan yang melintas, tetapi juga untuk manusia yang hidup, berinteraksi, dan bertumbuh di dalamnya.

Pada hari-hari biasa, jalan utama adalah nadi pergerakan kota. Di sanalah kendaraan berlalu-lalang tanpa henti.

Disanalah aktivitas ekonomi bergerak dalam ritme yang cepat.

Bagikan

Opini lainnya
Terkini