Car Free Day, Ketika Jalan Utama Menjadi Ruang Kehidupan

Foto Medi Iswandi
×

Car Free Day, Ketika Jalan Utama Menjadi Ruang Kehidupan

Bagikan opini
Ilustrasi Car Free Day, Ketika Jalan Utama Menjadi Ruang Kehidupan

Madrid dan London bahkan terus memperluas kawasan pejalan kaki dimulai dari jalan utama kota sebagai bagian dari transformasi kota yang lebih berkelanjutan.

Kota-kota besar di Indonesia juga mengikuti jejak yang sama.

Di Jakarta, CFD berlangsung di koridor Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan M.H. Thamrin yang merupakan jantung aktivitas ekonomi nasional.

Di Bandung, kegiatan ini berkembang di kawasan Jalan Dago.

Di Surakarta, masyarakat memanfaatkan Jalan Slamet Riyadi sebagai ruang interaksi publik.

Sementara di Malang, Jalan Ijen yang ikonik menjelma menjadi ruang kebersamaan warga setiap akhir pekan.

Kesamaan dari seluruh contoh tersebut sangat jelas, kota-kota yang berhasil tidak menempatkan CFD di ruang yang tersisa, melainkan di ruang yang paling bernilai.

Namun sesungguhnya, kekuatan terbesar Car Free Day tidak terletak pada aspek transportasi, lingkungan, ataupun ekonomi semata.

Nilai paling berharga dari CFD adalah kemampuannya menghubungkan manusia dengan manusia lainnya.

Di tengah kehidupan modern yang bergerak semakin cepat, ruang-ruang perjumpaan sosial perlahan menyusut.

Bagikan

Opini lainnya
Terkini