PADANG, Menara Info — Pelatihan membatik Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tahun 2026 di Kota Padang mulai membuka peluang kerja bagi para pesertanya.
Sejumlah pelaku usaha batik disebut telah meminta peserta untuk bergabung setelah melihat keterampilan yang diperoleh selama mengikuti pelatihan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Disnakerin Kota Padang sekaligus Ketua Harian Dekranasda Kota Padang, Ferri Erviyan Rinaldy, saat penutupan Pelatihan Membatik PKW 2026 di Sekretariat Dekranasda Kota Padang, Kamis (20/8/2026).
“Alhamdulillah, ada beberapa tempat usaha batik yang sudah meminta para peserta pelatihan kita. Jadi, pelatihan ini tidak hanya sebatas pelatihan, tetapi juga mulai menghasilkan wirausaha wirausaha baru,” ujar Ferri.
Menurutnya, peluang tersebut menjadi salah satu indikator bahwa keterampilan yang diberikan selama pelatihan mulai memiliki manfaat nyata bagi peserta.
Karena itu, peserta diharapkan tidak berhenti setelah pelatihan selesai, tetapi terus mengembangkan kemampuan dan produknya.Pelatihan tersebut berlangsung dalam 31 kali pertemuan dengan durasi delapan jam setiap pertemuan.
Selama prosesnya, peserta dibekali keterampilan mulai dari mengenal bahan dan peralatan, membuat pola, mencanting, hingga proses pewarnaan dan menghasilkan karya.
Ferri mengatakan, pengembangan keterampilan tersebut dapat diarahkan pada dua pilihan, yakni bekerja pada usaha batik yang sudah berjalan atau membangun usaha sendiri.
“Dengan pelatihan ini, kita tentu berharap tidak berhenti di sini saja. Peserta perlu mengembangkan model dan produknya setelah pelatihan. Kami berharap mereka dapat mandiri, baik dengan berwirausaha maupun bekerja di tempat usaha membatik. Namun, saya pribadi berharap mereka bisa menjadi wirausaha dan membuka lapangan kerja,” katanya.
Editor : Veby Rikiyanto