“Perjalanan bangsa ini sudah begitu panjang, dan kita telah mengalami tantangan demi tantangan,” katanya.
Mahyeldi menegaskan Sumatera Barat memiliki kontribusi besar dalam perjalanan sejarah Indonesia dengan melahirkan banyak tokoh dan pejuang bangsa, di antaranya Agus Salim, Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, Tan Malaka, Mohammad Natsir dan Mohammad Yamin.
“Ini menunjukkan kepada kita betapa besarnya kontribusi Sumatera Barat untuk Indonesia, dengan menghadirkan putra-putri terbaiknya, dengan menghadirkan generasi-generasi terbaiknya demi untuk Indonesia,” katanya.
Ia juga mengingatkan peran Sumbar dalam lahirnya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) serta Mosi Integral Natsir yang menjadi bagian dari perjalanan Indonesia kembali kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Sumatera Barat melahirkan pejuang, menghadirkan pendiri, menghadirkan proklamator, menghadirkan penyelamat, dan menghadirkan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.
Mahyeldi meminta semangat perjuangan tersebut terus dijaga, termasuk dalam menunjukkan kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan di Palestina.
“DNA Bapak, Ibu, anak, cucu suku Sumatera Barat adalah DNA pejuang, DNA pendiri, DNA NKRI. Maka dari itu, siapa yang akan merusak NKRI, maka Sumatera Barat, masyarakat Sumatera Barat harus tampil terdepan untuk menyelamatkan NKRI,” katanya.Sementara itu, Duta Besar Palestina menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Indonesia, khususnya Sumatera Barat, atas dukungan yang diberikan kepada rakyat Palestina.
Ia menceritakan bantuan makanan dari Indonesia yang telah diterima masyarakat di Gaza.
“Saya tanya kepada anak saya, apakah kalian punya makanan di Gaza? Dia mengatakan ada satu bungkus yang di sana tertulis ‘Bantuan dari Indonesia.’ Kami berterima kasih dari lubuk hati kami yang paling dalam,” ujarnya.
Editor : Al Mangindo