"Ini menjadi bukti bahwa sesuatu yang kecil kalau dilakukan bersama-sama dan terus-menerus bisa menjadi besar. Dari Rp1.000 sehari, akhirnya bisa terkumpul Rp30 juta yang kemudian kita salurkan untuk kemanusiaan," katanya.
Herlina menjelaskan, SERASI tidak semata-mata diarahkan untuk menghimpun dana.
Lebih dari itu, program tersebut dirancang untuk menumbuhkan kebiasaan berbagi dan kepedulian sosial di lingkungan RSMY.
Dengan konsep tersebut, setiap anggota keluarga besar RSMY memiliki kesempatan untuk terlibat tanpa harus terbebani besarnya nominal yang disedekahkan.
"Yang ingin kita bangun sebenarnya adalah kebiasaannya. Bagaimana berbagi menjadi bagian dari keseharian kita. Jadi bukan soal besar atau kecilnya nominal, tetapi bagaimana kepedulian itu dilakukan secara konsisten," ujarnya.
Menurut Herlina, budaya kepedulian tersebut sejalan dengan nilai pelayanan yang dijalankan RSMY.
Sebagai institusi pelayanan kesehatan, rumah sakit tidak hanya dituntut memberikan pelayanan kepada pasien, tetapi juga diharapkan memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat.Penyaluran donasi untuk Palestina menjadi salah satu bentuk nyata pemanfaatan dana SERASI.
Keterlibatan RSMY dalam Aksi Bela Palestina dan Konser Amal Sumatera Barat 2026 juga menjadi momentum bagi keluarga besar rumah sakit untuk memperluas manfaat gerakan tersebut.
Herlina menyampaikan apresiasi kepada seluruh karyawan dan pihak yang telah ikut mendukung SERASI.
Editor : Veby Rikiyanto