PADANG, Menara Info – Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan Kelompok Siaga Bencana (KSB) sebagai garda terdepan dalam penanggulangan bencana di tengah masyarakat.
Penegasan itu disampaikannya dalam Halal Bihalal Idul Fitri 1447 Hijriah yang diselenggarakan KSB Padang Timur di Aula Kantor Camat Padang Timur, Sabtu (18/4/2026).
Ia mengingatkan bahwa Provinsi Sumatera Barat, khususnya Kota Padang, berada di kawasan rawan bencana.
Sejumlah kajian ilmiah menunjukkan potensi gempa bumi yang dapat memicu tsunami, sehingga kesiapsiagaan menjadi kebutuhan mendesak.
“Bencana tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi. Oleh karena itu, peran KSB sangat penting sebagai garda terdepan dalam penanganan bencana di masyarakat. Latihan kebencanaan harus terus dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kelurahan hingga kota,” ujar Fadly.
Selain itu, ia mengungkapkan Pemerintah Pusat telah mengembalikan dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk Kota Padang yang dialokasikan bagi penanganan bencana.Dana tersebut dinilai menjadi peluang untuk memperkuat kapasitas daerah dalam menghadapi risiko bencana.
“Ini menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan infrastruktur, sumber daya manusia, serta perlengkapan. Salah satunya dengan melengkapi gudang logistik di setiap shelter dan wilayah, agar masyarakat tidak panik saat bencana terjadi,” jelasnya.
Fadly juga menyoroti pengalaman bencana pada 25 November 2025 yang menunjukkan kuatnya solidaritas warga. Ia menilai gotong royong menjadi modal sosial penting dalam menghadapi situasi darurat.
“Banyak warga saling membantu, menyediakan tempat tinggal, makanan, hingga dukungan moril. Ini adalah kekuatan yang harus terus dijaga. Dengan kebersamaan, penanganan bencana bisa lebih terarah,” tambahnya.
Editor : Veby Rikiyanto