Namun, Herman berharap pemerintah dapat segera melakukan rehabilitasi bangunan pasar, khususnya pada bagian atap yang rusak akibat banjir.
"Kalau bisa kami minta digantikan seng-seng ini. Seng-seng ini kan banyak yang sudah hancur, sudah tidak layak lagi. Kalau hujan, sudah jelas kami kena hujan," harapnya.
Ia menuturkan, pada awal kembali berjualan, daya beli masyarakat masih rendah sehingga dagangannya kurang laku.
Namun, dalam beberapa waktu terakhir, kondisi tersebut mulai membaik seiring meningkatnya aktivitas masyarakat.
"Dalam beberapa bulan terakhir ini memang agak melemah, karena mungkin banyak yang belum kerja. Karena posisi seperti ini ya. Tapi Alhamdulillah ada juga, dan menunjukkan tren positif, makin hari makin lebih baik," ujarnya.
Kondisi serupa juga dirasakan Nurlela, pedagang sayur di Pajak Atas, Kuala Simpang. Ia baru kembali berjualan sekitar dua bulan terakhir setelah terdampak banjir.
Nurlela menjual sayur-sayuran yang diperoleh dari petani di desanya, Bandar Pusaka, Aceh Tamiang. Ia memanfaatkan hasil pertanian lokal untuk dipasarkan.Pada awal masa pemulihan, ia sempat kesulitan mendapatkan pasokan karena banyak lahan perkebunan warga rusak akibat banjir.
"Sekarang ini jualan cuma ubi, bayam, kangkung, itu dari masyarakat di kampung," kata Nurlela.
Seiring waktu, kondisi pasar semakin membaik. Toko-toko pakaian, pedagang buah, sembako, serta berbagai kebutuhan lainnya mulai kembali beroperasi.
Editor : Al Mangindo