PADANG, Menara Info – Kota Padang ditunjuk sebagai satu dari delapan kabupaten/kota di Sumatera yang menjadi lokasi proyek percontohan (pilot project) program Digital Bansos.
Program nasional ini disiapkan untuk memastikan penyaluran bantuan pemerintah lebih tepat sasaran melalui integrasi data kependudukan digital.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Padang, Ances Kurniawan, mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah teknis untuk mendukung implementasi program tersebut, termasuk mewajibkan penggunaan Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai syarat akses bantuan sosial.
“Penggunaan IKD memungkinkan verifikasi dilakukan secara real-time sehingga risiko data ganda maupun salah sasaran dapat ditekan,” ujar Ances, Jumat (15/5/2026).
Untuk mendukung pelaksanaan di lapangan, Disdukcapil Kota Padang menyiagakan 1.750 agen pendamping yang tersebar hingga tingkat RT dan RW.
Para agen bertugas membantu masyarakat dalam proses aktivasi IKD.Ances menegaskan, kesiapan tersebut sejalan dengan Program Unggulan (Progul) Padang Melayani yang mendorong penguatan layanan publik berbasis digital.
Penguatan program Digital Bansos sebelumnya juga dibahas dalam pertemuan koordinasi antara Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir bersama tim lintas kementerian di Rumah Dinas Wali Kota Padang.
Pertemuan itu dihadiri perwakilan Kementerian Dalam Negeri, Kemenko Polhukam, Kemenpan-RB, Kominfo, dan Bank Indonesia sebagai bagian dari persiapan implementasi program di Kota Padang.
Dalam kesempatan tersebut, Maigus Nasir menilai digitalisasi menjadi langkah penting untuk meningkatkan akurasi data kemiskinan dan penyaluran bantuan sosial di lapangan. Program Digital Bansos ditargetkan dapat diluncurkan secara resmi pada Oktober 2026 mendatang.(*)
Editor : Veby Rikiyanto