Mahyeldi: Kebersihan Pantai Padang Dulu Naikkan Pendapatan Pariwisata 600 Persen

×

Mahyeldi: Kebersihan Pantai Padang Dulu Naikkan Pendapatan Pariwisata 600 Persen

Bagikan berita
Gubernur Sumbar, Mahyeldi ikut memunguti sampah di Pantai Purus, pada kegiatan gotong royong (goro) massal serentak dalam Gerakan Indonesia Asri di kawasan Pantai Purus, Padang, Sabtu. (humas)
Gubernur Sumbar, Mahyeldi ikut memunguti sampah di Pantai Purus, pada kegiatan gotong royong (goro) massal serentak dalam Gerakan Indonesia Asri di kawasan Pantai Purus, Padang, Sabtu. (humas)

PADANG (6/6/2026) - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi menegaskan, peringatan Hari Lingkungan Hidup harus diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan.

“Hari ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Tema Hari Lingkungan Hidup tahun ini adalah ‘Saatnya Bekerja untuk Iklim’. Artinya, kesadaran lingkungan harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberi manfaat dan dampak langsung bagi masyarakat,” ujar Mahyeldi.

Hal itu disampaikannya, saat memimpin gotong royong (goro) massal serentak dalam Gerakan Indonesia Asri di kawasan Pantai Purus, Padang, Sabtu.

Kegiatan yang terhubung secara telekonferensi dengan Presiden RI Prabowo Subianto tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 sekaligus momentum menguatkan budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat.

Dikegiatan itu, Mahyeldi melepas sekitar 430 peserta yang terdiri dari perwakilan unsur organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal, akademisi, komunitas, kelompok masyarakat, BUMN, BUMD, perusahaan swasta, hingga pelaku usaha perhotelan untuk melakukan aksi bersih-bersih di sepanjang kawasan Pantai Purus.

Menurutnya, upaya menjaga kebersihan lingkungan tidak dapat dibebankan kepada pemerintah semata, tetapi memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

Karena itu, ia meminta para bupati dan wali kota di Sumbar terus menggerakkan partisipasi masyarakat hingga tingkat RT, RW, kelurahan, dan nagari.

“Alam Sumbar ini indah. Jika kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan terus tumbuh, saya yakin daerah kita akan semakin bersih, sehat, nyaman, dan menjadi kebanggaan bersama,” katanya.

Mahyeldi juga menegaskan bahwa persoalan sampah harus mulai diselesaikan dari sumbernya melalui pemilahan dan pengelolaan yang tepat.

Menurutnya, sampah organik dapat diolah menjadi kompos maupun pakan maggot, sedangkan sampah anorganik seperti plastik dapat didaur ulang menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Editor : Al Mangindo
Bagikan

Berita Terkait
Terkini