Gubernur Mahyeldi Gebrak ASN Sumbar di HUT ke-81, Pelayanan Publik Wajib Naik Kelas!

×

Gubernur Mahyeldi Gebrak ASN Sumbar di HUT ke-81, Pelayanan Publik Wajib Naik Kelas!

Bagikan berita
Gubernur Sumbar, Mahyeldi beserta jajaran, mengikuti kegiatan sepakbola ria di halaman kantor gubernur, dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Rabu. (humas)
Gubernur Sumbar, Mahyeldi beserta jajaran, mengikuti kegiatan sepakbola ria di halaman kantor gubernur, dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Rabu. (humas)

PADANG (12/8/2026) - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar menjadikan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai ruang refleksi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, momentum kemerdekaan juga harus dimanfaatkan untuk membangun kembali karakter dan kepemimpinan ASN, sekaligus mendorong semangat menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik.

“Dalam momentum HUT RI ini mari kita merefleksi diri agar lebih terpacu dan bersemangat dalam menghadirkan pelayanan prima bagi masyarakat dan melahirkan kembali tradisi ketokohan nasional dari Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi.

Ajakan itu disampaikan Mahyeldi saat membuka rangkaian lomba Semarak Kemerdekaan HUT ke-81 RI yang digelar Pemprov Sumbar di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Rabu.

Rangkaian Lomba Semarak Kemerdekaan tersebut diikuti perwakilan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Sumbar.

Pembukaan ditandai dengan pertandingan sepak bola ria yang diikuti Gubernur Mahyeldi, Sekretaris Daerah Sumbar Arry Yuswandi, serta sejumlah pimpinan OPD.

Kegiatan juga diisi dengan berbagai perlombaan tradisional dan kreatif lainnya, seperti lagu perjuangan dan lagu Minang, tarik tambang, makan kerupuk, serta balap karung.

Mahyeldi mengatakan, kemerdekaan Indonesia merupakan hasil perjuangan panjang yang tidak mungkin dicapai tanpa persatuan dan kebersamaan.

Semangat tersebut, menurutnya, harus terus dirawat dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.

“Penjajah bisa angkat kaki dari Nusantara ini berkat sinergi, kolaborasi, dengan semangat persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia. Bukan hasil perjuangan satu individu,” katanya.

Editor : Al Mangindo
Bagikan

Berita Terkait
Terkini