CIREBON (8/11/2026) – Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli mengungkapkan, potensi ekonomi sirkular (circular economy) di Indonesia cukup besar.
Menurutnya, ekonomi sirkular berpotensi menambah 4,4 juta tenaga kerja hingga 2030, serta memberikan tambahan produk domestik bruto (PDB) sebesar Rp638 triliun.
“Potensi ekonomi sirkual ini berada pada sektor pangan, plastik kemasan, elektronik, konstruksi dan tekstil,” ungkap Yassierli.
Hal itu disampaikannya, saat jadi keynote speech pada Industrial Engineering Festival of Cirebon (IEFC) ITB 2026, di Kampus ITB Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (7/11/2026).
Menurut Yassierli, transformasi menuju ekonomi sirkular membuka peluang penciptaan jutaan lapangan kerja baru di Indonesia.
Peluang tersebut muncul seiring perubahan model industri dari pola ekonomi linear yang menghasilkan limbah menjadi ekonomi sirkular yang mengoptimalkan pemanfaatan kembali bahan baku dan produk agar memiliki nilai tambah.“Circular economy ini sebenarnya sudah lama kita dengar. Esensinya adalah bagaimana kita menghilangkan waste atau limbah melalui recycle, reuse atau intervensi terhadap materialnya sehingga limbah semakin kecil dan semakin sedikit. Ini menjadi peluang,” ujar Yassierli.
Ia mencontohkan, berbagai material yang selama ini dianggap sebagai limbah sebenarnya masih dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi.
Salah satunya adalah bagian ikan seperti kepala, sirip, dan ekor yang tidak dimanfaatkan oleh industri pengolahan ikan, tetapi dapat diolah kembali menjadi tepung.
Begitu pula berbagai komponen kelapa sawit dan kelapa yang memiliki potensi pemanfaatan lebih luas.
Editor : Al Mangindo