Fadly menegaskan, Pemerintah Kota Padang terus memperkuat nilai-nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) melalui berbagai program unggulan, di antaranya Smart Surau dan Sinergi Nagari.
Ia juga mengungkapkan bahwa Peraturan Daerah Nagari di Dalam Kota tengah dipersiapkan sebagai langkah memperkuat sinergi pemerintah dengan niniak mamak dalam menjaga kehidupan sosial masyarakat.
"Kami juga menyiapkan revisi Perda Ketenteraman dan Ketertiban Umum untuk menjawab berbagai persoalan sosial, seperti tawuran, pergaulan bebas, dan penyimpangan perilaku lainnya," tegasnya.
Pada kesempatan itu, Fadly menyatakan kesiapan Pemerintah Kota Padang memasukkan Parade Tauhid ke dalam rangkaian agenda Festival Surau sebagai bagian dari penguatan syiar Islam di Kota Padang.
"Semoga dapat menambah semarak Festival Surau sebagai bagian dari syiar Islam serta penguatan nilai-nilai ABS-SBK di Kota Padang," tambahnya.
Sementara itu, Anggota DPD RI Jelita Donal selaku inisiator kegiatan mengatakan, Parade Tauhid merupakan simbol hijrah yang mengingatkan umat Islam pada semangat perubahan sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad SAW."Aksi longmarch ini menjadi simbol hijrah. Semoga kegiatan ini mendapat ridha Allah SWT dan semakin memperkuat persatuan serta kebangkitan umat Islam, khususnya di Sumatera Barat," harap pria yang akrab disapa Ustadz Jel Fathullah tersebut.
Parade Tauhid Tahun Baru Islam 1448 Hijriah tidak hanya menjadi peringatan pergantian tahun dalam kalender Islam, tetapi juga momentum memperkuat ukhuwah, persatuan, dan komitmen bersama untuk menghadirkan kehidupan masyarakat yang lebih baik berlandaskan nilai-nilai keislaman.(*)
Editor : Veby Rikiyanto