Pertama, pemerintah perlu berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait guna menurunkan biaya transportasi udara yang selama ini dinilai menjadi salah satu hambatan utama bagi wisatawan.
Ia mencontohkan bahwa harga tiket penerbangan dari Singapura ke Bangkok kerap lebih murah dibandingkan penerbangan domestik maupun perjalanan menuju sejumlah destinasi wisata di Indonesia.
Selain itu, akses dari bandara menuju objek wisata juga masih membutuhkan waktu tempuh yang relatif panjang.
“Kita harus mencari solusi agar biaya perjalanan wisata lebih kompetitif. Kalau akses dan biaya transportasi bisa lebih murah, tentu akan meningkatkan minat wisatawan untuk datang ke Indonesia,” kata Legislator Dapil Jawa Tengah X ini.
Kedua, Yoyok mendorong pemerintah untuk memperlonggar kebijakan visa bagi wisatawan dari negara-negara potensial seperti China, India, dan kawasan Timur Tengah.
Menurutnya, sejumlah negara pesaing telah menerapkan kebijakan yang lebih terbuka sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan.
Ia menilai upaya tersebut dapat dilakukan melalui koordinasi intensif dengan Direktorat Jenderal Imigrasi tanpa memerlukan tambahan anggaran yang besar.Selain itu, ia juga mendorong pembukaan lebih banyak penerbangan langsung dari negara-negara tersebut menuju destinasi wisata unggulan di Indonesia.
Ketiga, persoalan sampah di kawasan wisata juga menjadi perhatian Yoyok. Ia meminta Kementerian Pariwisata memperkuat koordinasi dengan kementerian terkait dan pemerintah daerah untuk memastikan kebersihan destinasi wisata tetap terjaga.
“Masalah sampah ini berulang kali menjadi sorotan. Karena itu perlu ada koordinasi yang lebih kuat agar kebersihan destinasi wisata benar-benar terjaga,” tegasnya.
Editor : Al Mangindo