Adapun elemen asap pada angka tujuh menggambarkan aroma khas masakan Minangkabau yang kaya rempah.
Simbol itu merepresentasikan kehangatan, kenyamanan, serta kekuatan kuliner Padang yang telah dikenal luas.
Corri menyebutkan seluruh tahapan menuju pengakuan UNESCO terus dijalankan secara konsisten sejak 2025.
"Proses menuju UNESCO Gastronomy City terus kita lakukan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Padang agar pengakuan tersebut dapat diraih pada 2027," ujarnya.
Ia menambahkan, unsur perahu dalam logo juga memiliki makna strategis sebagai representasi karakter Kota Padang."Kita memiliki laut, semangat merantau, serta identitas sebagai kota pesisir dan gerbang perdagangan," katanya.
Menurut Corri, keseluruhan elemen dalam logo HJK Padang ke-357 merupakan representasi warisan gastronomi yang terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat serta menjadi identitas yang ingin diperkuat menuju pengakuan dunia.(*)
Editor : Veby Rikiyanto