Jembatan Bailey Rp4,9 Miliar Kembali Hubungkan Tanah Datar-Sijunjung, Akses Vital Pulih dalam 3 Hari!

×

Jembatan Bailey Rp4,9 Miliar Kembali Hubungkan Tanah Datar-Sijunjung, Akses Vital Pulih dalam 3 Hari!

Bagikan berita
Jembatan Bailey yang menghubungkan Ruas Jalan Sitangkai--Tanjung Ampalu di perbatasan Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Sijunjung kini kembali normal. (humas)
Jembatan Bailey yang menghubungkan Ruas Jalan Sitangkai--Tanjung Ampalu di perbatasan Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Sijunjung kini kembali normal. (humas)

TANAH DATAR (28/7/2026) - Implementasi dana Transfer ke Daerah (TKD) yang dimanfaatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat untuk percepatan penanganan pascabencana membuahkan hasil nyata.

Setelah sempat terputus selama satu setengah bulan akibat banjir bandang, akses vital yang menghubungkan Ruas Jalan Sitangkai–Tanjung Ampalu di perbatasan Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Sijunjung kini kembali normal.

Jembatan Bailey yang dibangun Pemprov Sumbar melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) telah bisa dilalui kemdaraan sejak 9 Juli 2026.

Kehadiran jembatan tersebut mengakhiri masa isolasi yang selama 1,5 bulan menghambat mobilitas masyarakat serta melumpuhkan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan distribusi barang di kawasan tersebut.

Jembatan sebelumnya putus diterjang banjir bandang pada 20 Mei 2026. Akibatnya, masyarakat kehilangan jalur utama penghubung antara Tanah Datar dan Sijunjung.

Selama akses terputus, warga harus memutar melalui jalur Kumani–Tanjung Bonai Aua–Koto Panjang–Tigo Jangko–Pangian Lintau dengan tambahan jarak sekitar 19 hingga 20 kilometer dengan waktu tempuh mencapai satu jam.

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap berbagai aktivitas masyarakat. Pelajar dan mahasiswa asal Sijunjung yang bersekolah maupun kuliah di Tanah Datar harus menempuh perjalanan jauh setiap hari sehingga biaya transportasi meningkat. Padahal sebelumnya perjalanan hanya memerlukan waktu beberapa menit.

Tidak hanya itu, distribusi hasil pertanian, perkebunan, serta kebutuhan pokok masyarakat juga ikut terganggu. Para petani, pedagang, pelaku UMKM, hingga jasa angkutan mengalami penurunan pendapatan karena akses logistik terhambat.

Kini kondisi tersebut berangsur pulih. Arus kendaraan kembali ramai melintasi Jembatan Bailey. Bus penumpang, truk ekspedisi, kendaraan pengangkut hasil pertanian dan perkebunan, mobil pikap, hingga sepeda motor kembali menggunakan jalur tersebut.

Para pelajar pun kembali dapat berangkat dan pulang sekolah melalui akses jembatan tampo yang kini telah diperbaiki.

Editor : Al Mangindo
Bagikan

Berita Terkait
Terkini