Jembatan Bailey Rp4,9 Miliar Kembali Hubungkan Tanah Datar-Sijunjung, Akses Vital Pulih dalam 3 Hari!

×

Jembatan Bailey Rp4,9 Miliar Kembali Hubungkan Tanah Datar-Sijunjung, Akses Vital Pulih dalam 3 Hari!

Bagikan berita
Jembatan Bailey yang menghubungkan Ruas Jalan Sitangkai--Tanjung Ampalu di perbatasan Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Sijunjung kini kembali normal. (humas)
Jembatan Bailey yang menghubungkan Ruas Jalan Sitangkai--Tanjung Ampalu di perbatasan Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Sijunjung kini kembali normal. (humas)

Kepala UPTD Workshop dan Peralatan Dinas BMCKTR Sumbar, Mitra Hengki mengatakan pembangunan Jembatan Bailey merupakan bagian dari percepatan pemanfaatan dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk penanganan dampak bencana sesuai arahan Gubernur Sumbar Mahyeldi dan Wakil Gubernur Vasko Ruseimy.

“Total anggaran pembangunan Jembatan Bailey beserta pemasangannya mencapai Rp4,9 miliar. Ini merupakan tindak lanjut atas komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk mempercepat pemanfaatan dana TKD dalam penanganan bencana sehingga masyarakat dapat kembali lancar beraktivitas secepat mungkin,” ujar Kepala UPTD Workshop dan Peralatan Dinas BMCKTR Sumbar, Mitra Hengki.

Ia menjelaskan, Jembatan Bailey yang dibangun memiliki panjang 42 meter dengan lebar 4,2 meter serta mampu menahan beban kendaraan hingga 15-20 ton.

Menurutnya, proses konstruksi yang paling memakan waktu adalah pembangunan pondasi tapak rangka atau abutment jembatan yang dikerjakan secara swakelola dengan anggaran sekitar Rp800 juta. Sementara pengadaan konstruksi Jembatan Bailey sendiri menelan biaya sekitar Rp4,1 miliar.

“Perakitan jembatan dimulai pada 6 Juli dan tiga hari kemudian, tepatnya 9 Juli, sudah dapat dilalui masyarakat.”

“Pekerjaan yang paling lama memang pada pembangunan tapak jembatan dan ditargetkan selesai seluruhnya pada awal Agustus mendatang,” jelas Mitra Hengki.

Ia menegaskan, Jembatan Bailey dibangun sebagai solusi cepat untuk mengembalikan fungsi transportasi sembari menunggu pembangunan jembatan permanen yang diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp25 miliar.

“Meski bersifat sementara, Jembatan Bailey memiliki daya tahan yang cukup lama dan dapat digunakan bertahun-tahun dengan kapasitas beban hingga 15 sampai 20 ton,” katanya.

Menurut Mitra Hengki, percepatan pembangunan jembatan tersebut menjadi bukti komitmen Pemprov Sumbar dalam merespons kebutuhan mendesak masyarakat pascabencana.

“Ini membuktikan bahwa Pemprov Sumbar selalu hadir dan bergerak cepat ketika masyarakat membutuhkan,” ujarnya.

Editor : Al Mangindo
Bagikan

Berita Terkait
Terkini