Gebu Minang dan LKAAM Sumbar Siapkan 5 Ton Rendang untuk Korban Gempa NTT

×

Gebu Minang dan LKAAM Sumbar Siapkan 5 Ton Rendang untuk Korban Gempa NTT

Bagikan berita
Wali Kota Padang Fadly Amran Bersama Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar, Saat Menghadiri Kegiatan Memasak Rendang Untuk Bantuan Kepada Korban Bencana Gempa di NTT, Senin (17/802026)
Wali Kota Padang Fadly Amran Bersama Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar, Saat Menghadiri Kegiatan Memasak Rendang Untuk Bantuan Kepada Korban Bencana Gempa di NTT, Senin (17/802026)

Untuk mempercepat pemenuhan bantuan tersebut, Fadly meminta LKAAM Sumbar dan Gebu Minang Sumbar memanfaatkan Sentra Rendang Kota Padang.

Pemerintah Kota Padang, katanya, siap memberikan dukungan agar target 5 ton rendang dapat segera dipenuhi.

“Ketika bencana terjadi, tentu kita harus mengikhlaskan bahwa ini adalah sebuah cobaan. Setelah itu, kita harus bekerja keras dan berupaya meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak. Inilah esensi dari pertemuan kita pada hari ini,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar mengatakan, bantuan rendang akan dikirim secara bertahap.

Sebanyak 700 kilogram rendang telah dikirim lebih dahulu melalui penerbangan TNI Angkatan Udara untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana di NTT.

“Target kita sebanyak 5 ton rendang, dan akan kita kirim secara bertahap. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana di NTT,” kata Fauzi.

Ia menjelaskan, rendang dipilih sebagai bantuan pangan karena memiliki karakteristik yang sesuai untuk kondisi darurat bencana. Selain siap santap, rendang juga tahan lama dan praktis untuk dikonsumsi.

“Kita memilih rendang karena merupakan makanan yang siap santap, tahan lama, dan praktis dikonsumsi oleh warga di lokasi bencana. Mudah-mudahan bantuan ini dapat bermanfaat, dan menjadi bagian dari kepedulian masyarakat Minangkabau untuk saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah,” ujarnya.

Fauzi menambahkan, bantuan tersebut merupakan hasil gotong royong berbagai unsur masyarakat Minangkabau, di antaranya Bundo Kanduang, Hipermi, dan Gebu Minang Peduli.

Gerakan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana rendang tidak hanya menjadi bagian dari identitas kuliner Minangkabau, tetapi juga dapat hadir sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan ketika bencana menimpa masyarakat di daerah lain.(*)

Editor : Veby Rikiyanto
Bagikan

Berita Terkait
Terkini