Menaker Yassierli Tegaskan PKB BRI 2026-2028 Kunci Hubungan Industrial Harmonis

×

Menaker Yassierli Tegaskan PKB BRI 2026-2028 Kunci Hubungan Industrial Harmonis

Bagikan berita
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli berikan arahan saat menghadiri penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) BRI periode 2026-2028 di Jakarta, Rabu. (humas)
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli berikan arahan saat menghadiri penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) BRI periode 2026-2028 di Jakarta, Rabu. (humas)

JAKARTA (19/8/2026) - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli menegaskan, Perjanjian Kerja Bersama (PKB) tidak hanya menjadi kesepakatan antara manajemen dan pekerja.

“PKB dapat jadi pijakan untuk membangun hubungan industrial yang harmonis, meningkatkan produktivitas, dan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) menghadapi perubahan dunia kerja,” ungkap Menaker Yassierli saat menghadiri penandatanganan PKB BRI periode 2026-2028 di Jakarta, Rabu.

Menurut Yassierli, hubungan industrial yang baik membutuhkan sinergi yang erat antara manajemen dan Serikat Pekerja (SP).

Melalui PKB, kedua pihak memiliki ruang untuk me nyepakati berbagai hal yang mendukung kepentingan pekerja sekaligus keberlangsungan dan produktivitas perusahaan.

"Semoga PKB ini tidak berhenti pada penandatanganan, tetapi terus dikembangkan untuk memperkuat hubungan industrial," ujar Yassierli.

Ia mengatakan, penguatan hubungan industrial tersebut sejalan dengan fokus Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.

Dalam konteks perubahan dunia kerja yang semakin cepat, hubungan industrial juga perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas SDM.

Menurutnya, kemampuan Indonesia menghadapi perubahan tersebut antara lain akan ditentukan oleh peningkatan Human Capital Index (Indeks Modal Manusia), digital skills (keahlian digital), serta indeks inovasi nasional.

Karena itu, perusahaan memiliki peran penting dalam memastikan pengembangan SDM berjalan seiring dengan kebutuhan dunia kerja.

Dalam kaitan tersebut, Yassierli menilai BRI memiliki posisi strategis karena tidak hanya berperan sebagai korporasi, tetapi juga sebagai bagian dari Bank Himbara yang membawa kepentingan ekonomi nasional.

Editor : Al Mangindo
Bagikan

Berita Terkait
Terkini