JAKARTA (8/9/2026) - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli mengatakan, lapangan kerja hijau (green jobs) jadi peluang besar ke depan. Tantangan yang mesti segera dijawab, menerjemahkan peta jalan green jobs jadi aksi nyata.
“Kalau kita lihat dalam kacamata global, green jobs ini tidak hanya jadi concern Indonesia tapi semua negara di dunia. Kita sudah berdiskusi cukup panjang terkait dengan roadmap khusus terkait dengan green jobs ini,” ujar Yassierli.
Hal itu disampaikannya, saat menghadiri Indonesia’s Green Jobs Conference 2026 yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) peluang penciptaan green jobs, diproyeksikan mencapai 5,3 juta hingga 9 juta lapangan kerja baru dalam 5-10 tahun ke depan.
Karena itu, perlu disiapkan kompetensi tenaga kerja untuk menghadapi penyiapan tersebut mencakup keterampilan siap kerja, kurikulum, instruktur, fasilitas, sertifikasi hingga rekognisi.
Ia menjelaskan, Kemnaker menyiapkan modalitas untuk mendukung keterampilan tenaga kerja terkait green jobs, mulai dari tempat pelatihan hingga rekognisi.“Dan peran kami di Kementerian Ketenagakerjaan adalah menyiapkan modalitas mulai dari tempat pelatihan dalam konteks itu adalah skill siap kerja terkait dengan green jobs ini sendiri. Kemudian penyiapan kurikulum, instruktur, fasilitas, sertifikasi sampai kepada rekognisi,” katanya.
Yassierli mengatakan upaya tersebut membutuhkan kerja sama yang luar biasa. Menurutnya, peluang tersebut harus dipersiapkan sejak awal sejalan dengan semangat transisi energi yang inklusif.
“Dan ini harus menjadi kesempatan yang kita ambil, kita siapkan dari awal. Karena semangatnya transisi energi pun semangatnya adalah no one left behind,” pungkasnya. (*)
Editor : Al Mangindo