Salah satu langkah yang disiapkan adalah menyinergikan pembinaan LPTQ dengan program Smart Surau melalui pengembangan program 3T, yakni Tahsin, Tafsir, dan Tahfiz.
Program tersebut diarahkan untuk menjaring peserta didik potensial dari TPQ/TQA maupun MDTA/MDTW.
Peserta didik yang memiliki potensi akan mendapatkan pembinaan lebih intensif secara berjenjang.
“Melalui program 3T, kita berharap lahir calon-calon kafilah. Anak-anak yang memiliki potensi akan direkrut untuk dibina secara berjenjang, sehingga pembinaan tilawatil Quran tidak hanya berlangsung ketika MTQ akan dilaksanakan,” ujar Maigus.
Selain penguatan program 3T, LPTQ Kota Padang juga merancang pengembangan Pondok Alquran di tingkat kelurahan dan Quran Center di tingkat kota.
Sistem tersebut diharapkan menjadi bagian dari ekosistem pembinaan yang dimulai dari tingkat paling dasar hingga pemantapan di tingkat kota.
Konsep pembinaan akan dilakukan secara berjenjang. Potensi peserta didik dibina melalui Pondok Alquran di tingkat kelurahan, kemudian dikembangkan di tingkat kecamatan, sebelum mendapatkan pemantapan melalui Quran Center.Maigus menyebut, pengembangan Pondok Alquran dan Quran Center ditargetkan mulai diluncurkan pada 2027.
Program tersebut diharapkan memperluas jangkauan pembinaan sekaligus memperkuat proses penjaringan anak-anak yang memiliki bakat dan potensi di bidang tilawatil Quran.
“Pada 2027 kita berencana akan meluncurkan Pondok Alquran dan Quran Center untuk memasifkan pembinaan yang sudah didukung program 3T. Dari program tersebut, kita akan menjaring anak-anak berbakat dan berpotensi untuk kemudian dibina secara berkelanjutan,” tuturnya.
Editor : Veby Rikiyanto