Fadly menambahkan, apabila Kota Padang berhasil masuk dalam jaringan kota kreatif dunia tersebut, peluang untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan berskala internasional akan semakin terbuka, termasuk pameran gastronomi dan berbagai agenda promosi kuliner.
“Apabila kita sudah masuk dalam jaringan kota kreatif dunia, kita akan memiliki kesempatan mengembangkan berbagai kegiatan berskala internasional. Kita bisa dorong agar pameran gastronomi dapat diselenggarakan di Kota Padang, dan berbagai event internasional,” tuturnya.
Untuk mendukung upaya tersebut, Fadly menyebut Pemerintah Kota Padang berkomitmen menciptakan iklim usaha yang sehat melalui kemudahan berusaha dan investasi, peningkatan kualitas pelayanan perizinan, serta pembenahan lingkungan dan pembangunan infrastruktur.
Sementara itu, Kepala Dinas PMPTSP Kota Padang Fauzan Ibnovi mengungkapkan, berdasarkan data yang dimiliki pemerintah daerah, terdapat sekitar 20.791 pelaku usaha kuliner aktif di Kota Padang, mulai dari skala mikro, kecil, menengah, hingga besar.
Besarnya jumlah pelaku usaha tersebut menunjukkan bahwa sektor kuliner memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah.
Selain itu, sektor perhotelan, restoran, dan hiburan juga menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Berdasarkan data realisasi pajak, total omzet dari ketiga sektor tersebut pada 2025 mencapai sekitar Rp1,7 triliun.Hingga September 2026, omzet yang tercatat telah mencapai sekitar Rp1,3 triliun.
“Alhamdulillah, hingga September 2026, omzet yang tercatat telah mencapai sekitar Rp1,3 triliun. Dengan demikian, terdapat potensi bahwa capaian pada 2026 akan melampaui angka 2025, mengingat masih ada tiga bulan tersisa dan periode akhir tahun biasanya menjadi masa yang optimal bagi sektor-sektor tersebut,” ujar Fauzan.
Ia juga menyoroti potensi ekonomi dari sektor perjalanan umrah dan haji. Menurutnya, sekitar 40 ribu jemaah umrah setiap tahun berangkat melalui Bandara Internasional Minangkabau.
Editor : Veby Rikiyanto