Potensi tersebut diharapkan dapat diintegrasikan dalam pengembangan kawasan yang menghubungkan sektor wisata, perikanan, dan jasa maritim.
Ia juga mendorong kerja sama dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), terutama dalam pengembangan Maritim Center dan Marina Center sebagai fasilitas pendukung aktivitas kapal.
“Pengembangan Sungai Batang Arau ini juga kita dorong melalui kerja sama dengan Pelindo, terutama dalam pengembangan Maritim Center dan Marina Center sebagai bagian dari fasilitas pendukung aktivitas kapal,” ungkapnya.
Sementara itu, Dato’ Suhaimi dari Focus Architects Urban Planner mengatakan, pertemuan tersebut bertujuan untuk memaparkan secara langsung rencana master plan pengembangan dan penataan kawasan Sungai Batang Arau hingga Kota Tua Padang.
Ia menyampaikan, pihaknya memiliki pengalaman dalam penataan dan perbaikan bangunan bersejarah di sejumlah kota, di antaranya Melaka, Kuala Lumpur, Penang, dan Ipoh.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu pendekatan yang dibawa dalam perencanaan kawasan bersejarah di Padang.“Kami memiliki pengalaman dalam penataan dan perbaikan bangunan bersejarah di sejumlah kota, seperti Melaka, Kuala Lumpur, Penang, dan Ipoh. Dalam pelaksanaannya, kami melakukan peningkatan kualitas kawasan melalui pendekatan konservasi tanpa merusak nilai historis bangunan yang ada,” tuturnya.
Melalui penyusunan master plan tersebut, pengembangan kawasan Sungai Batang Arau diharapkan dapat berjalan selaras dengan penataan Kota Tua Padang, sekaligus mengoptimalkan potensi pariwisata, perikanan, dan maritim dengan tetap memperhatikan nilai sejarah kawasan.(*)
Editor : Veby Rikiyanto