Dari jumlah tersebut, pemerintah menargetkan rehabilitasi seluas 42.000 hektare untuk kategori kerusakan ringan dan sedang.
Dari target tersebut, sekitar 39.000 hektare lahan telah berkontrak, sementara 3.000 hektare lainnya masih dalam proses.
Adapun dari lahan yang telah berkontrak, sekitar 12.000 hektare telah selesai direhabilitasi, namun baru sekitar 1.700 hektare yang telah diolah kembali.
Dalam konteks capaian tersebut, Provinsi Sumbar mencatatkan realisasi tertinggi dibandingkan provinsi lainnya.
Dari target 3.902 hektare, realisasi kontrak telah mencapai 98 persen dan penyelesaian fisik sebesar 50,8 persen.
Angka ini jauh di atas capaian Aceh yang baru mencapai 0,6 persen, Sumatera Utara 5 persen, serta rata-rata nasional sekitar 6 persen.
Dalam rapat tersebut, kehadiran Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, diwakili oleh Inspektur Daerah Provinsi Sumbar, Andri Yulika.Ia menyampaikan bahwa percepatan penyelesaian rehabilitasi lahan akan terus didorong melalui penguatan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota.
Selain itu, unsur pengawasan seperti inspektorat, serta dukungan dari TNI dan Polri akan terus dioptimalkan guna memastikan seluruh proses berjalan tepat waktu dan akuntabel.
“Alhamdulillah, kita bersyukur apa yang kita kerjakan mendapat apresiasi dari Kemendagri dan Kementan. Memang masih ada dua daerah yang belum berprogres, dan ini akan kita kawal bersama.”
Editor : Al Mangindo