PADANG, Menara Info- Camat Padang Barat Diko Riva Utama terus mendorong revitalisasi kawasan Pasar Tanah Kongsi sebagai destinasi wisata berbasis sejarah, budaya, dan kuliner di Kota Padang.
Upaya tersebut ditandai dengan peninjauan langsung ke kawasan Tanah Kongsi bersama Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Fizlan Setiawan dan Anggota Komisi I DPRD Kota Padang Iswanto Kwara, Sabtu (30/5/2026).
Peninjauan itu dilakukan untuk mematangkan rencana penataan kawasan yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan tradisional tertua di Kota Padang.
Selain mempertahankan fungsi ekonomi masyarakat, kawasan tersebut juga diproyeksikan menjadi bagian penting pengembangan wisata heritage yang terintegrasi dengan kawasan Kota Tua.
Diko mengatakan Tanah Kongsi memiliki kekuatan sejarah dan budaya yang unik karena menjadi ruang pertemuan berbagai etnis yang telah berlangsung sejak abad ke-19.
Keunikan tersebut dinilai menjadi modal besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata yang menawarkan pengalaman kuliner dan budaya yang autentik."Tanah Kongsi bukan sekadar pasar tradisional. Kawasan ini menyimpan jejak akulturasi budaya Minangkabau, Tionghoa, dan Nias yang masih hidup hingga sekarang. Potensi ini harus kita kemas menjadi daya tarik wisata yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," kata Diko.
Menurutnya, revitalisasi akan difokuskan pada penataan kawasan secara menyeluruh, mulai dari pembenahan fasad bangunan berciri heritage, peningkatan pencahayaan kawasan, pengembangan jalur wisata kuliner, hingga pemberdayaan pelaku UMKM yang beraktivitas di sekitar pasar.
Selain itu, normalisasi sungai Kali Mati di kawasan Berok Nipah juga menjadi bagian dari rencana penataan untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, tertata, dan bebas dari potensi banjir.
Diko menjelaskan, pengembangan Tanah Kongsi juga diarahkan untuk mendukung langkah Kota Padang memperkuat identitas sebagai kota kuliner serta memperluas destinasi wisata berbasis sejarah dan budaya.
Editor : Veby Rikiyanto