"Kita ingin menghadirkan kawasan yang nyaman bagi masyarakat dan wisatawan. Dengan penataan yang baik, Tanah Kongsi dapat menjadi salah satu ikon wisata baru Kota Padang sekaligus menggerakkan perekonomian lokal," ujarnya.
Diko menilai Pasar Tanah Kongsi merupakan warisan budaya hidup yang masih mempertahankan tradisi perdagangan dan kuliner lintas etnis hingga saat ini.
Menurutnya, keberadaan pasar tersebut menjadi aset penting yang dapat memperkuat identitas Kota Padang sebagai destinasi wisata sejarah dan gastronomi.
"Revitalisasi Tanah Kongsi juga sejalan dengan Program Unggulan (Progul) Wali Kota Padang Fadly Amran, Jelajah Padang, yang mendorong pengembangan destinasi wisata berbasis sejarah, budaya, kuliner, dan ekonomi kreatif," tegasnya.
Melalui penataan yang terintegrasi dengan kawasan Kota Tua, Pasar Tanah Kongsi diharapkan bertransformasi dari pasar tradisional menjadi destinasi wisata yang mampu menarik lebih banyak pengunjung, memperkuat ekonomi masyarakat, serta menjaga warisan sejarah Kota Padang tetap hidup di tengah perkembangan zaman.Rencana revitalisasi tersebut mendapat dukungan dari DPRD Kota Padang. Anggota Komisi I DPRD Kota Padang Iswanto Kwara menyatakan siap mendukung pengembangan kawasan melalui alokasi dana pokok pikiran (pokir) sebesar Rp500 juta.
"Kita mendukung revitalisasi Pasar Tanah Kongsi agar semakin hidup dan menjadi bagian penting dalam pengembangan kawasan Kota Tua Kota Padang," katanya.(*)
Editor : Veby Rikiyanto