Menurut Yudisthira, berdirinya Rumah Tahfiz Baitul Huffazh menjadi simbol kuatnya kepedulian perantau terhadap kampung halaman.
Ia berharap keberadaannya dapat menjadi pusat pembinaan generasi muda sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman dan adat di tengah masyarakat.
Peresmian tersebut turut dihadiri Camat Batipuh, unsur Forkopimca, Babinsa, Bhabinkamtibmas, niniak mamak, alim ulama, bundo kanduang, tokoh masyarakat, pemuda, serta para perantau asal Padang Kunyik dari berbagai daerah di Indonesia.
Kehadiran Rumah Tahfiz Baitul Huffazh jadi wujud nyata kolaborasi ranah dan rantau dalam membangun kampung halaman sekaligus memperkuat pendidikan Al Quran bagi generasi muda Minangkabau. (*)Editor : Al Mangindo