Sinergi Anti Korupsi + Optimalisasi PAD, Wali Kota Hendri: Kolaborasi dengan Kejaksaan Kunci Sukses

×

Sinergi Anti Korupsi + Optimalisasi PAD, Wali Kota Hendri: Kolaborasi dengan Kejaksaan Kunci Sukses

Bagikan berita
Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis foto bersama dengan jajaran Kejari Padang Panjang, usai Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Korupsi dan Optimalisasi PAD yang digelar Kejari di aula kantornya, Kamis. (humas)
Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis foto bersama dengan jajaran Kejari Padang Panjang, usai Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Korupsi dan Optimalisasi PAD yang digelar Kejari di aula kantornya, Kamis. (humas)

PADANG PANJANG (4/6/2026) - Pemerintah Kota bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang Panjang memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan tindak pidana korupsi sekaligus mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), guna mendukung pembangunan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Korupsi dan Optimalisasi PAD yang digelar Kejari di aula kantornya, Kamis.

Kegiatan diikuti para asisten, kepala bagian, serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota.

Wali Kota Hendri Arnis menyampaikan apresiasi kepada Kejari atas penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Menurutnya, kolaborasi antara Pemerintah Daerah dan aparat penegak hukum sangat penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih sekaligus meningkatkan kinerja pengelolaan pendapatan daerah.

Hendri mengakui masih terdapat sejumlah potensi PAD yang belum tergarap secara optimal. Karena itu, seluruh OPD diminta lebih proaktif dalam melakukan pendataan, pengawasan, serta pengembangan berbagai sumber pendapatan daerah.

Ia menyebut sektor perparkiran, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pendataan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta retribusi persampahan sebagai beberapa sektor yang masih memiliki peluang untuk ditingkatkan.

"Konsep peningkatan PAD harus terus kita maksimalkan, mulai dari sektor perparkiran, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pendataan pelaku UMKM, hingga retribusi persampahan. Masih ada potensi-potensi yang belum terdata secara maksimal dan ini harus kita benahi bersama," ujarnya.

Menurut Hendri, peningkatan PAD tidak hanya membutuhkan kerja keras OPD penghasil, tetapi juga memerlukan sistem pengelolaan yang lebih baik agar potensi penerimaan daerah dapat terdata dan terkelola secara maksimal.

Ia berharap sinergi yang terjalin dengan Kejaksaan dapat semakin memperkuat upaya pencegahan korupsi sekaligus mendukung optimalisasi pengelolaan pendapatan daerah.

Editor : Al Mangindo
Bagikan

Berita Terkait
Terkini