10 Finalis Terbaik Pasan Buruang 2026 Tampil Memukau -- Ini Bukti Generasi Muda Sumbar Peduli Lingkungan

×

10 Finalis Terbaik Pasan Buruang 2026 Tampil Memukau -- Ini Bukti Generasi Muda Sumbar Peduli Lingkungan

Bagikan berita
Gubernur Sumbar, Mahyeldi didampingi Harneli Bahar (Ketua TP PKK Sumbar) beserta jajaran, foto bersama dengan juri dan pemenang Lomba Video dan Lagu Pasan Buruang Antar SMA/SMK se-Sumbar Tahun 2026 di Auditorium Gubernuran Sumbar, Jumat malam. (humas)
Gubernur Sumbar, Mahyeldi didampingi Harneli Bahar (Ketua TP PKK Sumbar) beserta jajaran, foto bersama dengan juri dan pemenang Lomba Video dan Lagu Pasan Buruang Antar SMA/SMK se-Sumbar Tahun 2026 di Auditorium Gubernuran Sumbar, Jumat malam. (humas)

PADANG (5/6/2026) - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi menilai, pemilihan lagu Pasan Buruang sebagai tema lomba, bukan semata-mata ajang unjuk bakat seni, melainkan media edukasi untuk menginternalisasikan pesan-pesan pelestarian lingkungan kepada para pelajar.

“Melalui lomba ini kita ingin menginternalisasikan pesan-pesan yang terkandung dalam lagu Pasan Buruang. Lagu-lagu Minang memiliki keunggulan karena syairnya lahir dari peristiwa alam dan kehidupan masyarakat sehari-hari, sehingga sarat dengan nilai dan pelajaran hidup,” ujar Mahyeldi.

Hal itu disampaikannya, saat membuka Grand Final Lomba Video dan Lagu Pasan Buruang Antar SMA/SMK se-Sumbar Tahun 2026 di Auditorium Gubernuran Sumbar, Jumat malam.

Melalui lomba itu, pemerintah berupaya menggaungkan pentingnya pelestarian lingkungan melalui pendekatan seni dan budaya Minangkabau.

Kegiatan yang diikuti 311 pelajar dari berbagai daerah di Sumbar itu, jadi bagian dari upaya membangun kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda melalui karya kreatif yang berakar pada nilai-nilai budaya lokal.

Menurut Mahyeldi, seni dan budaya memiliki kekuatan besar dalam membentuk kesadaran masyarakat. Karena itu, generasi muda perlu didorong untuk tidak hanya menikmati karya seni, tetapi juga mampu menciptakan dan menyebarluaskan karya yang mengangkat persoalan sosial maupun lingkungan di sekitarnya.

“Kita ingin anak-anak kita terlatih mengangkat berbagai peristiwa yang terjadi di sekitar mereka menjadi karya yang bermakna. Yang terpenting bukan hanya menyanyi, tetapi bagaimana pesan itu sampai dan dapat dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Mahyeldi menilai pesan yang terkandung dalam lagu Pasan Buruang semakin relevan setelah Sumbar mengalami bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah daerah beberapa waktu lalu.

Menurutnya, berkurangnya tutupan hutan serta praktik penebangan liar menjadi persoalan yang harus mendapat perhatian bersama.

“Daerah kita baru saja mengalami banjir dan longsor. Salah satu penyebabnya karena banyak pohon yang sudah hilang, baik karena tumbang maupun akibat penebangan ilegal. Karena itu, pesan-pesan pelestarian lingkungan harus terus disampaikan dengan berbagai cara, termasuk melalui seni dan budaya,” tegasnya.

Editor : Al Mangindo
Bagikan

Berita Terkait
Terkini