Exit Meeting Amirul Hajj 2026 Lahirkan 10 Poin Rekomendasi, dari Tenda Mina, Bus Shalawat, hingga Bandara Taif untuk Jemaah Lansia

×

Exit Meeting Amirul Hajj 2026 Lahirkan 10 Poin Rekomendasi, dari Tenda Mina, Bus Shalawat, hingga Bandara Taif untuk Jemaah Lansia

Bagikan berita
Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf saat berikan arahan pada Exit Meeting Amirul Hajj 2026 yang digelar di Kantor Urusan Haji Jeddah, Sabtu (6/6/2026). (humas)
Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf saat berikan arahan pada Exit Meeting Amirul Hajj 2026 yang digelar di Kantor Urusan Haji Jeddah, Sabtu (6/6/2026). (humas)

Kelima, peningkatan pemanfaatan produk dalam negeri dalam layanan katering jemaah, baik melalui dapur milik Indonesia maupun bahan makanan yang diimpor dari Indonesia.

Keenam, peningkatan pelatihan bagi petugas kloter dan petugas daerah agar kualitas layanan di lapangan semakin seragam dan sesuai standar.

Ketujuh, penguatan standar layanan petugas sesuai tugas dan fungsi masing-masing, termasuk penambahan jumlah pembimbing ibadah laki-laki agar layanan tetap berjalan ketika petugas perempuan berhalangan.

Kedelapan, penguatan diplomasi layanan kesehatan dan akomodasi Armuzna, terutama peningkatan fasilitas tenda, penambahan jumlah toilet bagi perempuan dan lansia, serta izin safari wukuf bagi jemaah yang sakit parah.

Kesembilan, penguatan layanan haji ramah lingkungan, khususnya di kawasan Armuzna, dengan mengurangi sampah plastik melalui penyediaan tumbler dan dispenser air minum.

Terakhir, kesepuluh, perlu layanan jasa dorong yang terintegrasi, nyaman, dan aman bagi Lansia dan jemaah risiko tinggi, sehingga tidak terjadi fluktuasi harga.

“Selain itu, perlu dikaji kemungkinan dibukanya Bandara Taif. Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan, perlu melakukan feasibility study atau kajian kelayakan,” pungkasnya.

Sebagai penutup, forum Exit Meeting Amirul Hajj 2026 mencatat adanya apresiasi dari berbagai pihak terhadap standar layanan haji tahun ini yang dinilai semakin baik.

Tingginya tingkat kepuasan jemaah menjadi salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan haji, yang terlihat dari menurunnya jumlah keluhan jemaah secara signifikan.

Selain itu, temuan audit internal maupun eksternal juga menurun, menunjukkan tata kelola penyelenggaraan haji yang semakin transparan dan akuntabel.

Editor : Al Mangindo
Bagikan

Berita Terkait
Terkini