Mengingat tingginya intensitas hujan di kawasan tersebut, Satgas meminta pekerjaan yang semula ditargetkan selesai pada Agustus dapat dipercepat sehingga perlindungan bagi warga dapat segera dirasakan sebelum puncak musim penghujan tiba.
Sementara itu, di kawasan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Satgas meninjau langsung pembangunan tanggul pengendali banjir, jalan, serta jembatan yang menjadi akses utama masyarakat.
Meski menghadapi berbagai tantangan teknis di lapangan, para pekerja tetap melakukan percepatan hingga malam hari demi menjaga target penyelesaian.
Upaya tersebut menjadi bukti komitmen seluruh pihak untuk memastikan aktivitas masyarakat, distribusi logistik, dan mobilitas ekonomi dapat kembali berjalan normal.
Dalam pertemuan bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara dan unsur Forkopimda, Satgas juga menerima berbagai masukan terkait kebutuhan pemulihan layanan publik, termasuk usulan perbaikan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak.
Seluruh masukan tersebut akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait agar proses pemulihan dapat berjalan lebih menyeluruh dan menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.
Di Desa Kutagaluh, Kecamatan Lawe Bulan, hasil penanganan penguatan dinding sungai mulai memberikan rasa aman bagi warga.Pemerintah desa menyampaikan apresiasi atas pembangunan tanggul yang telah membantu mengurangi kekhawatiran masyarakat terhadap ancaman banjir susulan.
Satgas menilai dukungan masyarakat dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran seluruh proyek rehabilitasi dan rekonstruksi.
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian mengatakan pembangunan kembali infrastruktur dasar yang terdampak bencana seperti sungai, jalan, dan jembatan menjadi bagian penting dari proses pemulihan permanen di tiga provinsi terdampak.
Editor : Al Mangindo