Tito Karnavian Dorong Sinkronisasi Program Rehabilitasi -- 11.520 Kegiatan & Rp100,166 Triliun Siap Digelar 2026-2028

×

Tito Karnavian Dorong Sinkronisasi Program Rehabilitasi -- 11.520 Kegiatan & Rp100,166 Triliun Siap Digelar 2026-2028

Bagikan berita
Kasatgas PRR Tito Karnavian bersama Gubernur Aceh Muzakkir Manaf dalam Rapat Koordinasi di Banda Aceh, Senin (9/6/2026). (humas)
Kasatgas PRR Tito Karnavian bersama Gubernur Aceh Muzakkir Manaf dalam Rapat Koordinasi di Banda Aceh, Senin (9/6/2026). (humas)

JAKARTA (9/6/2026) - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian mendorong pemerintah daerah di Provinsi Aceh untuk menyinkronkan seluruh program rehabilitasi dan rekonstruksi permanen.

Tujuannya, agar dapat mengambil peran dalam pemulihan permanen pada sektor-sektor yang belum ditangani kementerian/lembaga (K/L) melalui Rencana Induk (Renduk) Pascabencana Sumatera.

Tito menekankan, Renduk merupakan acuan utama pemulihan tahap permanen periode 2026-2028 yang mencakup 11.520 kegiatan dengan total anggaran mencapai Rp100,166 triliun.

Melalui skema tersebut, pemerintah daerah diharapkan dapat berbagi peran dan tanggung jawab dengan pemerintah pusat guna menghindari tumpang tindih pekerjaan di lapangan.

Sebagai contoh, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah merencanakan 1.141 kegiatan khusus untuk perbaikan infrastruktur fisik.

Menanggapi hal itu, Tito menilai pemerintah daerah dapat mengambil peran dengan menangani infrastruktur lain yang belum masuk dalam cakupan program Kementerian PU.

“Inilah yang sebenarnya perlu kita sinkronkan. Ini yang kita ingin minta detail dari 1.141 ini ke mana aja supaya rekan-rekan di kabupaten, kota, provinsi tahu, oh mengerjakan yang itu. Berarti yang belum dikerjakan ini yang menjadi kewajiban daerah mengerjakan yang mana,” kata Tito.

Hal itu disampaikannya, dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Capaian Pembangunan serta Percepatan Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi di Kantor Gubernur Aceh, Selasa.

Untuk itu, Tito menegaskan, pihaknya akan segera meminta 23 kementerian dan lembaga yang terlibat untuk merinci seluruh program kerja beserta titik lokasinya.

Transparansi data tersebut dinilai penting agar pemerintah daerah dapat memetakan wilayah yang belum tertangani dan mengisi kebutuhan pemulihan yang masih tersisa.

Editor : Al Mangindo
Bagikan

Berita Terkait
Terkini