JAKARTA (23/6/2026) - Upaya pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tidak hanya difokuskan pada pembangunan infrastruktur dan perbaikan rumah warga.
Tetapi, juga memastikan kelompok rentan memperoleh perlindungan dan layanan yang memadai selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi berlangsung.
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus memperkuat berbagai program pemulihan sosial bagi anak-anak, perempuan, lanjut usia (Lansia) dan penyandang disabilitas yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Langkah tersebut menjadi bagian penting dari upaya memastikan tidak ada penyintas yang tertinggal dalam proses pemulihan.
Fokus penanganan diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar, penguatan layanan perlindungan sosial, pendampingan kesehatan mental dan psikososial secara berkelanjutan serta rehabilitasi sosial bagi kelompok rentan baru yang muncul akibat bencana, termasuk anak yang kehilangan orang tua, penyandang disabilitas baru, lansia terlantar, dan kelompok rentan lainnya.
Selain itu, pemerintah juga mendorong pembangunan fasilitas dan infrastruktur dasar yang lebih inklusif, responsif gender, serta ramah bagi anak, Lansia dan penyandang disabilitas.Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghadirkan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat terdampak saat memasuki fase pemulihan permanen.
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan menegaskan perspektif perlindungan kelompok rentan, harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam setiap tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Jadi, misalnya pendirian Huntara, itu harus memperhatikan kebutuhan spesifik perempuan,” ujar Veronica Tan saat melakukan kunjungan ke Sumatera Barat.
Menurutnya, pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan perlu memberikan perhatian khusus kepada perempuan, anak-anak, Lansia dan penyandang disabilitas dalam setiap pelaksanaan program di lapangan agar proses pemulihan berjalan lebih adil dan inklusif.
Editor : Al Mangindo