Pihak kelurahan kemudian berkoordinasi dengan UPT Wilayah VI Dinas PUPR Provinsi Sumatera Barat karena ruas jalan tersebut merupakan aset jalan provinsi.
Kepala UPT Wilayah VI PUPR Sumbar, Hermanita, bersama jajarannya segera meninjau lokasi setelah menerima laporan.
Namun, penanganan menggunakan alat berat belum dapat dilakukan pada malam hari karena keterbatasan peralatan dan kondisi tanah yang masih labil.
Menurut Hermanita, saat ini sebagian besar alat berat sedang beroperasi, mengingat banyak titik longsor di Kota Padang maupun sejumlah daerah di Sumatera Barat.
Selain itu, sebagian alat berat masih difokuskan untuk pekerjaan di kawasan Agam yang terdampak banjir bandang pada akhir November 2025.
"Kami sudah berkoordinasi dengan PUPR Kota Padang dan alat akan dikirim besok pagi. Penanganan baru bisa dilakukan besok ditambah karena kondisi tanah masih labil," jelasnya.Sementara menunggu proses pembersihan material longsor, pihak kelurahan bersama KSB dan tokoh masyarakat akan melakukan penjagaan secara bergiliran di sekitar lokasi guna mengantisipasi kecelakaan maupun kemungkinan longsor susulan.
Pemerintah Kelurahan Batang Arau juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan perbukitan.
Pasalnya, Kelurahan Batang Arau memiliki sejumlah titik yang masuk kategori rawan longsor, terlebih saat hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi.(Veri)
Editor : Veby Rikiyanto