“Baik Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kota bergerak cepat. Hari ini tanggul sudah mulai diperbaiki oleh pihak terkait.”
“Kami sebagai masyarakat sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Mahyeldi serta Bapak Wali Kota Padang Fadly Amran atas perhatian dan respons cepatnya,” tutur Ardi.
Menurut Ardi, kawasan RT 02 RW 06 merupakan salah satu wilayah yang paling rentan terdampak luapan Sungai Batang Guo.
Curah hujan dengan intensitas tinggi di kawasan hulu dapat menyebabkan debit air meningkat secara drastis dalam waktu singkat.
“Kalau hujan sekitar 30 menit saja di hulu, air langsung meluap ke permukiman kami. Daerah ini sudah masuk zona merah. Karena itu setiap hujan deras kami selalu meminta warga segera mengungsi demi keselamatan. Mudah-mudahan setelah perbaikan ini wilayah ini menjadi lebih aman,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Neli (48), salah seorang warga terdampak banjir. Ia mengaku lega setelah melihat alat berat mulai bekerja memperbaiki tanggul yang jebol sehingga akses jalan yang sebelumnya terputus kini berangsur kembali normal.
“Kami sangat terbantu. Kemarin banjirnya sangat besar, kami benar-benar takut, apalagi memikirkan keselamatan anak-anak dan keluarga. Sekarang alat berat sudah menutup kembali bibir sungai dan jalan mulai bisa dilalui. Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Padang,” katanya.Sebelumnya, Gubernur Mahyeldi turun langsung meninjau lokasi banjir di Kelurahan Kuranji dan menginstruksikan agar alat berat segera diterjunkan untuk mempercepat normalisasi Sungai Batang Guo serta memperbaiki tanggul yang jebol.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mempercepat pemulihan akses masyarakat sekaligus mengurangi risiko terjadinya banjir susulan.
Hingga saat ini, Pemprov Sumbar terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Padang dan instansi terkait agar proses normalisasi sungai dapat diselesaikan secepat mungkin, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal. (*)
Editor : Al Mangindo