Meski demikian, masyarakat secara umum tetap diberikan kesempatan untuk memanfaatkan layanan yang tersedia.
Menurutnya, masyarakat tidak dibebankan persyaratan administrasi untuk mendapatkan layanan.
Informasi mengenai kegiatan juga disebarluaskan melalui berbagai kanal, mulai dari media sosial, lembaga-lembaga veteran, Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), hingga sejumlah perangkat daerah.
Lebih dari sekadar layanan kesehatan, kegiatan Bakti Kemerdekaan Angkatan 45 juga menjadi bagian dari upaya DHD BPK 45 Sumatera Barat dalam menjaga serta menyosialisasikan nilai-nilai perjuangan kemerdekaan kepada masyarakat.
Gedung Joeang 45 yang menjadi lokasi kegiatan turut memiliki nilai sejarah sebagai salah satu ruang yang menyimpan jejak perjuangan.
Karena itu, kegiatan sosial tersebut sekaligus menjadi momentum untuk kembali mengenalkan sejarah perjuangan kemerdekaan kepada masyarakat.
Bagi penerima manfaat, layanan tersebut dinilai sangat membantu, terutama bagi warga lanjut usia yang membutuhkan pemeriksaan mata dan kacamata, namun memiliki keterbatasan dalam mengakses layanan kesehatan.Salah seorang penerima manfaat, Datuak Bagindo Kali (75), mengaku terbantu dengan pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis yang diterimanya.
“Yang sudah tua-tua ini kalau pergi ke rumah sakit, pergi ke klinik, pergi ke mana itu sudah serba susah. Dengan adanya pemeriksaan pada acara ini, jauh lebih mudah prosedurnya dan cepat prosesnya untuk dapat kacamatanya,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang dinilainya semakin berkembang dibandingkan tahun sebelumnya.
Editor : Veby Rikiyanto