PADANG (19/9/2026) - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi menilai, inovasi Interferon Gamma Release Assay (IGRA) jadi penting karena upaya penemuan kasus TB di Sumbar masih perlu terus ditingkatkan.
Dengan dukungan metode pemeriksaan yang semakin berkembang, Mahyeldi, berharap, penanganan TB dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
“Dengan adanya IGRA ini tentunya akan bisa mempercepat dan mempermudah,” tegas Mahyeldi.
Hal itu disampaikan Mahyeldi, saat menghadiri Presentasi Progres IGRA Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama serta Serah Terima Sumur Bor RSUP Dr M Djamil Padang oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V, di RSUP Dr M Djamil Padang, Jumat (18/9/2026).
Dikesempatan itu, dia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat pelayanan sekaligus ketahanan kesehatan di Sumbar.
Menurutnya, penguatan layanan kesehatan tidak hanya membutuhkan fasilitas dan teknologi medis, tetapi juga dukungan sumber daya manusia, kerja sama kelembagaan, serta pemenuhan kebutuhan dasar fasilitas kesehatan.“Yang dilakukan pada hari ini adalah sesuatu yang istimewa bagi kami. Ini semua demi kesehatan masyarakat kita di Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi.
Menurutnya, pengembangan IGRA oleh tim RSUP Dr. M. Djamil bersama berbagai pihak merupakan salah satu bentuk inovasi yang dapat mendukung percepatan penemuan kasus tuberkulosis (TB).
Pemeriksaan IGRA dapat membantu mengetahui adanya infeksi TB melalui respons sistem kekebalan tubuh.
Selain inovasi medis, Mahyeldi juga mengapresiasi kerja sama yang dilakukan RSUP Dr. M. Djamil dengan sejumlah institusi, di antaranya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Bio Farma dan Kimia Farma.
Editor : Al Mangindo