Ia berharap seluruh proses berjalan objektif dan membawa Silokek menjadi bagian dari jaringan geopark dunia.
“Mudah-mudahan tim evaluator bisa menilai Sijunjung seobjektif mungkin. Kami menerima seluruh masukan dan berharap ini bisa mewakili Sumatera Barat untuk bersama-sama menjadi UNESCO Global Geopark,” kata Benny.
Sementara itu, Prof. Jeon Yang Mun mengatakan tim evaluator hadir bukan untuk menghakimi, melainkan berdiskusi, berbagi pengalaman, dan melihat langsung bagaimana kawasan tersebut dikelola.
“Kami di sini bukan untuk menghakimi Anda, melainkan untuk berdiskusi mengenai proyek, wilayah, lanskap, serta cara Anda mengelolanya,” ujarnya.
Ia menambahkan, para evaluator juga memahami tantangan yang dihadapi pengelola geopark karena sebelumnya mereka juga merupakan pengelola geopark di wilayah masing-masing.Menurutnya, evaluasi menjadi kesempatan untuk saling berbagi persoalan dan menemukan solusi bersama.
Turut hadir dalam audiensi tersebut Dewan Pakar Geopark Ranah Minang Silokek Prof. Ir. Mega Fatimah Rosana, MSc., Ph.D., General Manager Badan Pengelola Geopark Ranah Minang Silokek, Zefnihan, Kepala Bappeda Kabupaten Sijunjung Khamsiardi.
Kemudian, Manajer Badan Pengelola Geopark Ranah Minang Silokek Ridwan, Tenaga Ahli Geologi Rinaldi Ikhram, serta perwakilan Komite Nasional Geopark Indonesia, Kementerian Pariwisata, Badan Geologi Kementerian ESDM, dan Balai Perhutanan Sosial Medan. (*)
Editor : Al Mangindo