Mahyeldi Pimpin Renungan Suci Padang, Hormati 1.294 Arwah Pejuang di TMP Kusuma Negara

×

Mahyeldi Pimpin Renungan Suci Padang, Hormati 1.294 Arwah Pejuang di TMP Kusuma Negara

Bagikan berita
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi pimpin Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara Lolong Padang, Senin dinihari. (humas)
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi pimpin Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara Lolong Padang, Senin dinihari. (humas)

“Kami menyatakan hormat yang sebesar-besarnya atas keikhlasan dan kesucian pengorbanan saudara-saudara sebagai pahlawan dalam pengabdian terhadap perjuangan demi kebahagiaan negara dan bangsa,” tuturnya.

Usai memimpin prosesi, Mahyeldi mengatakan Apel Kehormatan dan Renungan Suci bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk kembali menyadari bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini lahir dari pengorbanan dan perjuangan yang tidak ternilai.

Menurutnya, nilai-nilai perjuangan tersebut harus terus dihidupkan melalui pengabdian nyata sesuai dengan bidang dan tanggung jawab masing-masing.

Semangat para pahlawan, kata Mahyeldi, harus menjadi sumber keteladanan dalam menjaga persatuan, mengisi kemerdekaan, dan membangun bangsa.

“Pengorbanan para pahlawan harus menjadi teladan bagi kita semua, terutama generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan bangsa,” ujar Mahyeldi.

Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak hanya mengenang nama dan jasa para pahlawan, tetapi memahami nilai-nilai yang diwariskan melalui perjuangan mereka. Kemerdekaan, menurutnya, harus diisi dengan kerja keras, pengabdian, kepedulian, serta kontribusi terbaik bagi masyarakat dan negara.

“Semoga semangat perjuangan dan pengorbanan para pahlawan terus hidup dalam diri kita, sehingga kemerdekaan ini dapat kita isi dengan pengabdian terbaik untuk bangsa dan negara,” harapnya.

Apel Kehormatan dan Renungan Suci kemudian ditutup dengan doa dan penghormatan terakhir kepada para pahlawan.

Dalam keheningan malam menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, prosesi tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah, melainkan hasil dari perjuangan, pengorbanan, dan kebaktian para pahlawan yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. (*)

Editor : Al Mangindo
Bagikan

Berita Terkait
Terkini