PADANG, Menara Info — Kepedulian masyarakat Minangkabau terhadap korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) diwujudkan melalui aksi nyata.
Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat bersama Gerakan Ekonomi dan Budaya Minangkabau (Gebu Minang) Sumbar menyiapkan bantuan hingga 5 ton rendang untuk masyarakat yang terdampak bencana.
Persiapan bantuan tersebut ditandai dengan kegiatan memasak rendang yang digelar di Kantor LKAAM Sumbar, Senin (17/8/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran yang juga menjabat Ketua DPW Gebu Minang Sumbar, Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar, pengurus LKAAM dan Gebu Minang Sumbar, Bundo Kanduang, serta Himpunan Pengusaha Randang Minangkabau (Hipermi).
Fadly mengatakan, gerakan tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat Minangkabau kepada warga NTT yang tengah menghadapi musibah.
Ia mengapresiasi langkah cepat LKAAM Sumbar dan Gebu Minang Sumbar dalam menggalang bantuan bagi korban bencana.“Kita patut memberikan apresiasi kepada Gebu Minang Sumbar dan LKAAM Sumbar yang begitu cepat mengambil langkah untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Ini merupakan bentuk kepedulian para niniak mamak kepada anak kemenakan yang sedang menghadapi musibah,” ujar Fadly.
Menurutnya, kepedulian terhadap korban bencana perlu diwujudkan melalui tindakan nyata.
Ia mengingatkan, masyarakat Sumatera Barat juga pernah merasakan kuatnya dukungan dari berbagai pihak ketika menghadapi bencana.
“Kami juga mengajak berbagai pihak di Sumbar untuk bersama-sama mendukung gerakan kemanusiaan ini. Ketika Kota Padang mengalami gempa bumi pada 2009 dan bencana hidrometeorologi pada 2025 lalu, banyak pihak yang datang membantu. Karena itu, saat saudara-saudara kita di NTT menghadapi musibah, sudah sepatutnya kita hadir dan memberikan bantuan,” katanya.
Editor : Veby Rikiyanto