Ia menjelaskan, SPAM Palukahan nantinya akan menyediakan air bersih dengan kapasitas 500 liter per detik bagi masyarakat Kota Padang.
Infrastruktur tersebut juga diproyeksikan menjadi pengganti instalasi Perumda Air Minum Gunung Pangilun yang dinilai sudah tidak optimal.
Selain membahas SPAM Palukahan, pertemuan tersebut juga membicarakan sejumlah agenda pembangunan lainnya, di antaranya pengelolaan sampah melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS-RDF), rencana reboisasi, serta dukungan sarana untuk memperkuat pengelolaan sampah di Kota Padang.
Fadly juga menyampaikan kondisi Kota Padang pascabencana banjir yang terjadi pada 3 Agustus 2026 dan kembali berdampak terhadap sejumlah masyarakat.
Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan dukungan dan koordinasi dengan pemerintah pusat, terutama dalam mengakomodasi kebutuhan penanganan serta penyesuaian program akibat dampak bencana."Kami berharap dukungan dan koordinasi dengan pemerintah pusat dapat membantu mengakomodasi kebutuhan penanganan serta penyesuaian program akibat dampak bencana tersebut,” pungkasnya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat Maria Doeni Isa, sejumlah anggota DPRD Sumbar dan DPRD Kota Padang, Ketua Dewan Pengawas Perumda Air Minum Kota Padang Didi Aryadi, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang Fadelan Fitra Masta.(*)
Editor : Veby Rikiyanto