PADANG, Menara Info— Tradisi malamang tidak sekadar menjadi bagian dari warisan budaya Minangkabau, tetapi juga memiliki nilai penting dalam memperkuat posisi Kota Padang sebagai kota gastronomi.
Hal itu disampaikan Staf Ahli Wali Kota Padang Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan, Syahrial Kamat, saat menghadiri Lomba Malamang Basamo di Kelurahan Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan yang digelar Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kelurahan Gunung Pangilun tersebut mengusung tema
"Malamang Basamo, Menghidupkan Tradisi, Mempererat Silaturahmi Antar Warga".
Sebanyak 11 kelompok BKMT se-Kelurahan Gunung Pangilun ambil bagian dalam perlombaan.
Syahrial mengatakan, tradisi malamang memiliki keterkaitan erat dengan upaya Pemerintah Kota Padang memperkuat sektor gastronomi sebagai bagian dari kebudayaan dan potensi pariwisata daerah."Kota Padang adalah kota gastronomi, dan kita tengah mencetuskan serta memperjuangkan posisi Kota Padang sebagai kota gastronomi di tingkat nasional hingga internasional. Gastronomi itu mencakup makanan, budaya, hingga adat istiadat. Makanya kegiatan Lomba Malamang ini menyokong penuh nilai-nilai gastronomi yang ada di Kota Padang," ujarnya.
Menurutnya, pelestarian tradisi malamang perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan generasi muda.
Keahlian tersebut diharapkan tidak hanya dipertahankan, tetapi juga dikembangkan melalui inovasi rasa dan penyajian yang mengikuti perkembangan zaman tanpa menghilangkan cita rasa autentik Minangkabau.
"Keahlian malamang ini harus diturunkan kepada generasi berikutnya agar warisan tradisi ini bisa turun-temurun dan tidak punah. Ke depan, kita berharap kegiatan ini bisa terus ditingkatkan dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga tingkat Kota Padang," katanya.
Editor : Veby Rikiyanto