Fadelan menjelaskan, pemilahan yang didorong dalam program tersebut dibuat sederhana dengan membagi sampah menjadi dua kategori, yakni sisa makanan dan sampah lainnya.
Sisa makanan akan ditempatkan secara terpisah untuk kemudian dikumpulkan menggunakan ember khusus yang tersedia pada becak motor LPS.
Sementara sampah lainnya tetap dikantongkan dan tidak boleh tercampur dengan sisa makanan.
Kebijakan pemilahan tersebut juga tengah disiapkan untuk dikaitkan dengan subsidi retribusi sampah.
Warga yang melakukan pemilahan dengan benar akan tetap mendapatkan subsidi, sedangkan warga yang tidak melakukan pemilahan akan dikenakan tarif tanpa subsidi sesuai regulasi yang nantinya diberlakukan.
Untuk memastikan gerakan tersebut berjalan di tingkat lingkungan, DLH juga mendorong keterlibatan RT, RW, dan bank sampah.
Ketiga unsur tersebut diharapkan ikut mengajak serta mengedukasi warga sehingga pemilahan sampah tidak berhenti sebagai imbauan, tetapi menjadi kebiasaan bersama.Sebanyak 60 Penggerak Pilah yang direkrut berasal dari kalangan mahasiswa atau lulusan perguruan tinggi.
Calon peserta harus siap bekerja di lapangan, teliti, jujur, komunikatif, mampu mengenali wilayah dan membaca peta, terbiasa menggunakan telepon pintar atau aplikasi, serta siap mengikuti jadwal pelayanan LPS.
Pendaftaran dapat dilakukan dengan datang langsung ke Kantor DLH Kota Padang. Informasi lebih lanjut juga tersedia melalui akun Instagram resmi DLH Kota Padang, @dlh_padang.
Editor : Veby Rikiyanto