JAKARTA (27/8/2026) - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh menilai, tenaga kesehatan (Nakes) yang bertugas di daerah terdampak bencana membutuhkan dukungan tambahan agar pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal.
Selain karena faktor beban kerja yang lebih berat, sebagian Nakes di wilayah bencana juga menjadi korban dari bencana itu sendiri.
“Kondisi ini perlu jadi perhatian serius Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Nakes di wilayah bencana harus tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat di tengah kondisi mereka dan keluarga yang turut terdampak,” ungkap Nihayatul di Jakarta, Kamis.
“Tenaga kesehatan kita yang di sana (daerah bencana-red). satu sisi harus melayani pasien, sisi lain mereka adalah korban. Karena banyak dari mereka juga yang keluarganya dan mereka sendiri juga rumahnya terkena,” tambah Nihayatul.
Karena itu, ia mendorong pemerintah mendatangkan tambahan nakes dari daerah lain agar beban pelayanan tidak sepenuhnya ditanggung tenaga kesehatan yang berada di lokasi bencana.
Nihayatul mengungkapkan, bantuan tenaga kesehatan sebelumnya telah dikirim dari sejumlah daerah, antara lain dokter spesialis dari Yogyakarta dan Makassar untuk membantu penanganan pasien, termasuk operasi ortopedi.Namun, menurutnya, kebutuhan tenaga tambahan tidak hanya mencakup dokter spesialis.
“Perawat dan sebagainya juga perlu dibawa, bisa dari politeknik kesehatan, dari mungkin Poltekkes Sorong, Surabaya. Kita punya banyak Poltekkes yang nanti mereka bisa diperbantukan di daerah bencana karena mereka juga butuh istirahat,” jelas legislator Fraksi PKB tersebut.
Menurut Nihayatul, penambahan personel diperlukan untuk menjaga keberlangsungan pelayanan sekaligus mencegah kelelahan fisik dan mental atau burnout pada nakes yang terus bekerja dalam situasi darurat.
Selain penambahan personel, ia juga meminta pemerintah memberikan insentif kepada seluruh nakes yang bertugas di wilayah bencana.
Editor : Al Mangindo