Menurutnya, perjalanan panjang masyarakat Minangkabau telah melahirkan banyak tokoh yang memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia maupun dunia Islam, sehingga sejarah tersebut perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.
Ia mencontohkan sejumlah upaya Pemprov Sumbar dalam membangun hubungan dengan keluarga keturunan ulama dan tokoh Minangkabau yang berada di luar negeri, termasuk keturunan Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi dan Syekh Yasin Al-Fadani.
Hubungan tersebut diharapkan terus berkembang dan menjadi bagian dari upaya mempertemukan kembali diaspora Minangkabau dengan tanah leluhurnya.
Gubernur Mahyeldi mengajak rombongan memanfaatkan kunjungan tersebut untuk menelusuri sejarah, kampung halaman, serta hubungan kekerabatan di Sumbar.
Ia juga berharap pengalaman yang diperoleh selama berada di Ranah Minang dapat dibagikan kepada masyarakat di Malaysia sehingga ikatan ranah dan rantau semakin kuat.
Pelestarian Kebudayaan Minangkabau
Ketua Delegasi Minang Diaspora Network Global, Profesor Madya Nor Noolalisch AB Wahab dari Universiti Sains Islam Malaysia mengatakan, kunjungan tersebut diikuti akademisi dari Universiti Sains Islam Malaysia dan Universiti Kebangsaan Malaysia.Selain mempererat silaturahmi, rombongan juga menjajaki peluang kerja sama dalam pelestarian kebudayaan Minangkabau, khususnya warisan budaya takbenda.
Ia mengatakan, masyarakat keturunan Minangkabau di Negeri Sembilan, masih mempertahankan berbagai unsur budaya yang memiliki kemiripan dengan Sumbar, mulai dari bahasa, makanan, pola kehidupan keluarga hingga tradisi menjaga hubungan kekerabatan.
Namun, sebagian warisan tersebut dinilai perlu didokumentasikan secara lebih sistematis agar tetap terjaga.
Editor : Al Mangindo