Pendidikan, Skill dan Literasi Disiapkan Lapas Solok untuk Bekal Warga Binaan Setelah Bebas

×

Pendidikan, Skill dan Literasi Disiapkan Lapas Solok untuk Bekal Warga Binaan Setelah Bebas

Bagikan berita
Penanda Tanganan Perjanjian Kerjasama Antara Lapas Solok dengan Sejumlah Pihak Terkait Pembinaan Keterampilan Bagi WBP, Selasa (8/9/2026)
Penanda Tanganan Perjanjian Kerjasama Antara Lapas Solok dengan Sejumlah Pihak Terkait Pembinaan Keterampilan Bagi WBP, Selasa (8/9/2026)

SOLOK- Menara Info— Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Solok menyiapkan warga binaan agar memiliki bekal yang lebih memadai ketika kembali ke tengah masyarakat.

Pembinaan diarahkan pada tiga aspek utama, yakni pendidikan, keterampilan kerja (skill), dan literasi yang dinilai penting untuk mendukung kemandirian setelah warga binaan menyelesaikan masa pidananya.

Untuk mendukung pembinaan tersebut, Lapas Solok melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Balai Latihan Kerja (BLK), serta Dinas Kepustakaan dan Kearsipan Kota Solok di Aula Lapas Solok, Selasa (8/9/2026).

Keterlibatan SKB difokuskan pada penguatan aspek pendidikan warga binaan.

Program tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan bagi warga binaan untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas diri selama menjalani masa pembinaan.

Sementara itu, BLK berperan dalam mendukung pengembangan keterampilan kerja yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Keterampilan tersebut diharapkan menjadi salah satu modal bagi warga binaan untuk membangun kemandirian dan memperoleh penghidupan setelah kembali ke masyarakat.

Aspek lain yang tidak kalah penting adalah literasi. Melalui dukungan Dinas Kepustakaan dan Kearsipan Kota Solok, warga binaan mendapatkan ruang untuk meningkatkan minat baca dan memperluas wawasan melalui pemanfaatan bahan bacaan.

Kepala Lapas Solok, Jepri Ginting, mengatakan pembinaan harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan warga binaan, bukan sekadar mengisi waktu selama menjalani masa pidana.

“Yang kita siapkan bukan hanya bagaimana warga binaan menjalani masa pidananya, tetapi bagaimana mereka memiliki bekal ketika kembali ke masyarakat. Pendidikan, keterampilan dan literasi menjadi bagian penting agar mereka lebih siap untuk hidup mandiri dan tidak kembali melakukan pelanggaran hukum,” ujar Jepri.

Editor : Veby Rikiyanto
Bagikan

Berita Terkait
Terkini