Gubernur Mahyeldi Bidik Sumbar jadi Gerbang Barat Indonesia, Ini 4 Prioritas Kuncinya

×

Gubernur Mahyeldi Bidik Sumbar jadi Gerbang Barat Indonesia, Ini 4 Prioritas Kuncinya

Bagikan berita
Gubernur Sumbar, Mahyeldi jadi narasumber pada Rapat Anggota DPD RI Subwilayah Barat I di Batam, Jumat (11/9/2026). (humas)
Gubernur Sumbar, Mahyeldi jadi narasumber pada Rapat Anggota DPD RI Subwilayah Barat I di Batam, Jumat (11/9/2026). (humas)

Ia menjelaskan, prioritas pertama adalah pemulihan, terutama pemulihan infrastruktur layanan dasar dan mitigasi bencana di 13 kabupaten/kota sesuai Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).

Prioritas kedua adalah konektivitas, melalui percepatan penanganan Sitinjau Lauik, penguatan koridor Riau-Sumbar-Jambi, preservasi jalan, serta kepastian tahapan pembangunan tol.

Prioritas ketiga adalah produktivitas, dengan pengembangan kawasan Padang-Pariaman, Bungus dan sentra pangan melalui penguatan rantai dingin, fasilitas utilitas serta rehabilitasi irigasi.

Sedangkan prioritas keempat adalah pemerataan, terutama melalui pembangunan Trans-Mentawai, penguatan angkutan antarpulau, penyediaan air minum dan penguatan RSUD.

Menurut Mahyeldi, penguatan empat sektor tersebut sekaligus diarahkan untuk menjadikan Sumbar sebagai Gerbang Barat Indonesia, yang menghubungkan potensi pertanian, perkebunan, perikanan, UMKM, dan pariwisata dengan pasar nasional maupun global melalui Samudra Hindia, Pelabuhan Teluk Bayur, dan Bandara Internasional Minangkabau.

“Target kita bukan hanya memulihkan kondisi yang ada, tetapi meningkatkan kapasitas ekonomi Sumatera Barat agar mampu tumbuh lebih tinggi dan memberikan kontribusi terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.

Untuk itu, Sumbar menargetkan pada 2029 pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 7,3 persen, PDRB per kapita Rp90,2 juta, serta tingkat kemiskinan berada pada kisaran 2,40-3,40 persen.

Dalam forum tersebut, Mahyeldi juga mendorong dukungan konkret DPD RI dan pemerintah pusat melalui tiga agenda bersama.

Yakni, penetapan satu daftar prioritas pembangunan, kepastian tahapan dan skema pembiayaan melalui APBN, APBD, KPBU maupun investasi, serta pengawalan bersama terhadap kesenjangan pendanaan dan kesiapan proyek.

“Dengan sinergi pusat dan daerah yang lebih kuat, kita berharap berbagai program prioritas ini tidak hanya menjadi perencanaan, tetapi dapat segera diwujudkan dan memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional serta kesejahteraan masyarakat,” tuturnya. (*)

Editor : Al Mangindo
Bagikan

Berita Terkait
Terkini