JAKARTA (14/9/2026) - Ketua DPR RI, Puan Maharani menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri (PM) Republik Bulgaria, Alexander Poulev.
Dalam pertemuan ini, Puan menyinggung sejarah hubungan Indonesia-Bulgaria hingga mendorong penguatan kerja sama di berbagai bidang, khususnya di sektor pendidikan dan olahraga.
Puan menerima kunjungan Wakil PM sekaligus Menteri Ekonomi, Investasi, dan Industri Republik Bulgaria, Alexander Poulev, beserta rombongan delegasinya di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin.
“Selamat datang di Jakarta, dan selamat datang di Gedung DPR RI, bangunan bersejarah dengan nilai yang sangat penting bagi Indonesia,” kata Puan saat menyambut Wakil PM Bulgaria.
Adapun Puan menyambut langsung Alexander Poulev dan rombongan di lobby Gedung Nusantara, didampingi Ketua Komisi I DPR Utut Adianto, Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris, dan Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR, Irine Yusiana Roba Putri.
Saat tiba di Gedung Nusantara, Wakil PM Bulgaria Alexander Poulev menandatangani piagam kehadiran ditemani Puan. Setelahnya, Wakil PM Bulgaria beserta delegasi melakukan sesi foto bersama dengan Puan dan perwakilan DPR yang hadir.Dalam pertemuan, Puan menyinggung kunjungan Wakil PM Alexander Poulev yang berdekatan waktunya dengan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Bulgaria pada 20 September nanti. Menurut Puan, hal ini merupakan indikasi nyata hubungan erat antara Indonesia dan Bulgaris.
“Bulgaria merupakan salah satu negara di Eropa yang paling awal mengakui kemerdekaan Indonesia. Presiden pertama Indonesia, Presiden Soekarno, mengunjungi Bulgaria di tahun 1961 sebagai komitmen persahabatan kedua negara,” tutur cucu Soekarno itu.
Puan lalu mengenang kunjungan Presiden Soekarno ke Bulgaria. Dalam lawatannya ke Bulgaria, Bung Karno membawa pulang bunga mawar khas Bulgaria yang terkenal dengan keindahan dan harumnya yang sangat wangi. Hingga saat ini, Bulgarian Rose masih dibudidayakan di Indonesia.
“Beliau membawa pulang Bulgarian Rose yang sampai sekarang masih dibudidayakan di Indonesia sebagai bahan baku pembuatan parfum dan minyak atsiri,” jelas Puan.
Editor : Al Mangindo