JAKARTA (17/9/2026) - Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal menjelaskan, kisah Nabi Yusuf AS tidak sekadar mengajarkan nilai kesabaran dan keteguhan iman, saat menghadapi cobaan hidup.
“Kisah Nabi Yusuf AS menyimpan cetak biru dan konsep penting mengenai tata cara sebuah negara dalam menghadapi ancaman krisis global, mengelola ketahanan pangan, mengatur kebijakan fiskal, serta memperkuat stabilitas ekonomi masyarakat,” ungkap Cucun.
Hal itu disampaikannya, saat menghadiri bedah buku karya terbarunya yang berjudul “Strategi Fiskal Nabi Yusuf: Pelajaran Abadi untuk Negeri,” di Gedung Serbaguna Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Rabu (16/9/2026).
Agenda bedah buku ini diselenggarakan bersamaan acara Pelantikan Pengurus Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UIN Sultanah Nahrasiyah periode 2026-2030 di bawah kepemimpinan ketua yang baru, Muhammad Adam.
Kehadiran Kang Cucun, sapaannya, dimanfaatkan civitas akademika, alumni, serta mahasiswa untuk mendiskusikan gagasan mendalam mengenai konsep pengelolaan keuangan negara.
Menurut Politisi Fraksi PKB itu, konsep Nabi Yusuf AS sangat relevan untuk diadopsi dalam merumuskan kebijakan fiskal modern, yang berorientasi pada kemaslahatan publik dan ketahanan nasional jangka panjang.Sementar, Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Danial sangat mengapresiasi kesediaan pimpinan DPR RI tersebut untuk berbagi ilmu dan pemikiran bersama civitas akademika kampus.
“Kami menyambut baik diskusi ilmiah ini, karena dinilai mampu membuka ruang bagi kalangan akademisi untuk memperluas cakrawala berpikir mengenai integrasi nilai-nilai keagamaan dalam tata kelola perekonomian dan kepemimpinan bangsa,” terangnya.
Acara bedah buku ini diikuti secara antusias oleh ratusan peserta yang terdiri atas unsur pimpinan universitas, jajaran dosen, perwakilan pengurus alumni, mahasiswa baru.
Turut hadir juga Anggota DPR RI asal Aceh dari Fraksi PKB, Haji Ruslan M Daud (HRD). Tampak hadir pula tokoh daerah seperti Sayuti Abubakar, perwakilan jajaran Forkopimda Kota Lhokseumawe dan lainnya.
Editor : Al Mangindo