Pengembangan tersebut juga akan diselaraskan dengan revitalisasi Kota Tua dan kawasan Batang Arau sehingga membentuk kawasan wisata maritim yang tertata dan terintegrasi.
Dukungan terhadap rencana pengembangan itu juga disampaikan PT Pelindo Regional 2 Teluk Bayur.
Manajer Komersial dan Kepatuhan Bisnis, Ade Hilman, menyatakan pihaknya mendukung program Pemerintah Kota Padang, termasuk melalui pemanfaatan lahan yang dikelola Pelindo untuk menunjang penataan kawasan Muaro Padang dan Kota Tua.
“Pada prinsipnya, kami mendukung program Pemko Padang dalam mengembangkan kawasan Kota Tua dan Muaro Padang. Terkait pemanfaatan lahan berstatus Hak Pengelolaan (HPL), kami juga telah menjalin kerja sama,” ungkap Ade.
Ade menambahkan, pengembangan kawasan Muaro Padang direncanakan mencakup pembangunan Maritim Center, penanganan sungai dan drainase, serta penataan kawasan secara menyeluruh yang terintegrasi dalam satu rencana induk atau master plan.
Penataan tersebut diharapkan menjadikan Muaro Padang sebagai destinasi wisata yang representatif, menarik investasi, dan menggerakkan ekonomi masyarakat.
Terkait pembangunan Maritim Center, Ade menyebutkan bahwa Pelindo telah memulai proses lelang.Proyek tersebut ditargetkan memasuki tahap peletakan batu pertama atau groundbreaking pada Desember 2026, dengan tetap mempertimbangkan hasil lelang dan persetujuan kantor pusat.
Melalui rencana pengembangan tersebut, kawasan Muaro Padang, Kota Tua, dan Batang Arau diharapkan menjadi satu kesatuan destinasi wisata maritim yang menghubungkan layanan transportasi menuju Kepulauan Mentawai dengan wisata sejarah dan pesisir.
Selain meningkatkan kualitas pelayanan publik, penataan ini diharapkan memperkuat daya tarik pariwisata serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Kota Padang.(*)
Editor : Veby Rikiyanto